Selasa, 23 Mei 2017

TUGAS MANDIRI STRUKTUR KETIGA (MINI RISET)

TUGAS TERSTRUKTUR KETIGA
MINI RISET
Hasil observsi tentang kurikulum antara SMK N 1 beringin
Dengan SMK Farmasi farmaca


Di susun sebagai salah satu tugas terstruktur yang di wajibkan dalam mengikuti perkuliahan manajemen pendidikan

DISUSUN OLEH:

NAMA                       : VANIAR NASININTA NAINGGOLAN
NPM                           : 1602050107
PRODI                       : PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
SEMESTER                : II (DUA)




UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
T.A 2016/2017


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur saya ucapkan kepada allah swt. Yang telah memberikan rahmat dan hidayah serta kesehatan sehingga saya mampu menyelesaikan tugas yang di amanahkan oleh salah satu dosen kami.
Shalawat dan salam tak lupa pula saya ucapkan kepada baginda atau nabi besar kita yaitu Muhammad SAW yang mana dia telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke jaman islamiyah dari zaman kebodohan ke zaman ilmu pengetahuan.
Miniriset ini merupakan tugas dari  mata kuliah Manajemen Pendidikan yang diamanahkan  kepada penulis. Sebagai manusia, penulis tentu tidak luput dari salah, demikian halnya dengan miniriset yang penulis susun ini tentu terselip banyak kesalahan . Oleh sebab itu penulis menerima kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan miniriset ini.

                                                                                                                       
                                                                                                                       

                                                                                                            MEDAN, 21 MEI 2017


                                                                                                                                   
                                                                                                                                   
                                                                                                                                                                                                                                                                        VANIAR NASININTA





ABSTRAK

Kurikulum adalah susunan satu rangkaian kegiatan yang di dalamnya mengandung rencana belajar siswa, sebagai pengalaman belajar siswa yang diperoleh dari sekolah saat di dalam kelas maupun di luar sekolah. Kurikulum dapat di artikan juga suatu jarak yang harus di tempuh oleh pelari dari garis start sampai ke garis finish. Dengan penggunaan kata kurikulum tersebut di dalam dunia pendidikan, berarti menyamakan peserta didik sebagai seorang pelari, yang menempuh jarak kegiatan belajar dari awal memasuki sekolah sampai tamat dari sekolah tersebut.
Dalam pandangan modern, kurikulum lebih dari sekedar rencana pelajaran. Kurikulum dalam pandangan modern meliputi segala sesuatu secara nyata terjadi dalam proses pendidikan yang merupakan pengalaman belajar bagi peserta didik.  Karena semua kegiatan yang dilakukan peserta didik memberikan pengalaman belajar, maka apa yang di sebut kurikulum itu tidak terbatas pada mata pelajaran.

Metode yang dipergunakan dalam miniriset ini adalah metode observasi secara langsung ke 2 sekolah yang dibahas dalam miniriset ini. Semua hasil yang didapat terkait manajemen kurikulum seutuhnya. Dengan cara mewawancarai kepala sekolah selaku pemegang kekuasaan tertinggi disekolah yang di ibarat kan sebagai presidennya sebuah Negara. 












BAB I
PENDAHULUAN

A.         LATAR BELAKANG

Pendidikan di Negara Indonesia saat ini masih mengalami berbagai macam persoalan. Persoalan tersebut tidak mudah di selesaikan, salah satu persoalan pendidikan kita yang masih menonjol saat ini adalah adanya kurikulum yang mengalami pergantian dari tahun ke tahun dan membebani peserta didik tanpa ada arah pengembangan yang benar benar di implementasikan sesuai dengan perubahan yang di inginkan pada kurikulum tersebut.
Tidak bisa di pungkiri bahwa perubahan kurikulum selalu mengarah pada perbaikan sistem pendidikan. Perubahan tersebut di lakukan karna di anggap belum sesuai dengan harapan yang di inginkan sehingga perlu adanya revitalisasi kurikulum.
Kurikulum bersifat dinamis karena selalu berubah ubah sesuai dengan perkembangan dan tantangan zaman.
Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang di amanatkan dalam undang undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional di harapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, yang diyakini akan menjadi factor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan Negara Indonesia sepanjang zaman.

Dengan dibuatnya miniriset ini diharapkan pembaca dapat memperoleh informasi mengenai Manajemen Kurikulum. Dengan demikian semoga mahasiswa akan dapat memahami lebih jauh dan tidak buta akan manajemen pendidikan yang ada dilembaga pendidikan.






IDENTIFIKASI MASALAH


a.      Apakah pengertian manajemen kurikulum?
b.      Bagaimana pengelolaan manajemen kurikulum  terhadap pengembangan sekolah?
c.       Bagaimana sejarah kurikulum di indonesia?
d.      Bagimana peranan guru dalam pelaksanaan kurikulum?

RUMUSAN MASALAH
A.  Bagaimana pelaksanaan manajemen kurikulum di SMK Negeri 1 Beringin dan SMK Parmaca Farmasi ?

LANDASAN TEORI
Menurut syaibani (1979) kurikulum yang bahasa arab nya manhaj di artikan jalan terang yang di lalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupannya. Dalam lapangan pendidikan, manhaj di maksudkan sebagai jalan terang yang dilalui pendidik atau guru latih dengan orang orang dididik atau di latihnya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Menurut supandi, kurikulum adalah sebagai suatu perangkat pelbagai mata pelajaran yang harus dipelajari siswa, batasan ini tampak jelas pada kurikulum 1968 dikdasmen.
Menurut wiryokusumo, kurikulum adalah rencana tertulis tentang kemampuan yang harus dimiliki berdasarkan standar nasional, materi yang perlu dipelajari dan pengalaman belajar yang harus di jalani untuk mencapai kemampuan tersebut, dan evaluasi yang perlu di lakukan untuk menentukan tingkat pencapaian kemampuan peserta didik, serta seperangkat peraturan yang berkenaan dengan pengalaman belajar peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya pada satuan pendidikan tertentu.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakann dalam penyusunan miniriset ini adalah observasi langsung dan wawancara.

          HASIL DAN PEMBAHASAN

 kurikulum adalah susunan satu rangkaian kegiatan yang di dalamnya rencana belajar siswa, sebagai pengalaman belajar siswa yang di peroleh dari sekolah saat di dalam kelas maupun di luar sekolah. Dalam pandangan modern, kurikulum lebih dari sekedar rencana pelajaran. Kurikulum dalam pandangan modern meliputi segala sesuatu yang secara nyata terjadi dalam proses pendidikan yang merupakan pengalaman belajar bagi peserta didik. Karena semua kegiatan yang dilakukan peserta didik memberikan pengalaman belajar, maka apa yang disebut kurikulum itu tidak terbatas pada mata pelajaran. Kenyataannya, pengalaman dalam arti luas itu yang banyak pengaruhnya terhadap perkembangan peserta didik. Sejalan dengan pandangan ini, addamardasy sarban dan munir kamil yang dikutip oleh syaibani (1979) menyatakan bahwa kurikulum adalah sejumlah pengalaman, pendidikan, budaya, sosial, olahraga dan seni yang disediakan oleh sekolah bagi murid muridnya di dalam dan diluar kelas dengan maksud untuk menolongnya dan berkembang menyeluruh dalam segala segi dan mengubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan tujuan pendidikan.
Selain di tinjau dari lingkup kurikulum tersebut, kita dapat meninjau dari sudut dirancang dan tidak dirancangnya kurikulum yang bersangkutan. Jika kurikulum yang di rancang sudah di arahkan sebagai upaya untuk memengaruhi perilaku siswa, yaitu dalam bentuk kurikulum yang resmi di kenal dengan kurikuler dan ekstra kurikuler, maka ada jenis kurikulum lain yang meskipun tidak dirancang tetapi berpengaruh terhadap siswa. Kurikulum yang tidak dirancang tetapi berpengaruh terhadap siswa ini dikenal dengan istilah “kurikulum tersembunyi”. Dari istilahnya sendiri sudah menunjukkan isi yang dikandungnya. Kurikulum tersebut berupa berbagai hal yang tidak dengan sengaja diperuntukkan bagi siswa untuk dipelajari dan menjadi milik siswa, tetapi mungkin karna siswa merasa tertarik kemudian meniru, atau karena ada teman temannya yang juga menyukai maka siswa ikut ikutan, dan dengan demikian, meskipun tidak dengan sengaja di rancang oleh sekolah telah menjadi bagian dari hasil belajar siswa. . Contoh kurikulum tersembunyi positif adalah  kerapian berpakaian para guru dan kepala sekolah, kebiasaan kedatangan guru yang tepat waktu, meskipun tidak sengaja untuk contoh, dapat di tiru oleh siswa. Demikian juga mungkin menyangkut juga cara memadukan warna baju, cara mengenakan sepatu yang selalu mengkilap, dan lain lain perilaku manusia di sekitarnya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa perilaku yang baik dari kepala sekolah dan guru juga akan berpengaruh positif pada siswa. Contoh lain adalah kepala sekolah dan guru menegur orang lain dengan cara yang sopan dan selalu memerhatikan sorot mata pihak yang di ajak berbicara, dapat menjadi contoh bagi siswa. Oleh sebab itu, perlu sekali bagi sekolah untuk memerhatikan hal hal yang kiranya dapat berpengaruh baik kepada siswa, meskipun tidak harus diajarkan atau dilatihkan dengan sengaja.
Adapun contoh kurikulum tersembunyi negatif adalah cara berbicara guru yang nyerocos dan sukar di sela, atau tata tutur yang kasar dan menyakitkan, karena siswa sudah mempunyai pengalaman kurang baik untuk membuat sakit hati orang lain, maka dengan cepat mereka bisa menirunya. Hal hal yang berupa fisik, misalnya keadaan kelas yang kotor tidak teratur, membuat siswa makin lama makin memandang sebagai  “hal biasa”, sehingga mereka tidak merasa risih lagi melihat keadaan jorok dan tidak teratur. Secara alamiah manusia lebih senang melakukan hal hal yang tidak baik dibandingkan dengan yang baik karena memang lebih mudah menjalankannya. Menganggur sambil berpangku tangan di rasakan lebih nikmat di bandingkan dengan mengatur buku agar terlihat rapi, atau membantu guru menghapus papan tulis, mengambil ceceran sampah yang berserakan di lantai. Perilaku teman sekolah yang dirasakan oleh siswa sebagai hal yang enak dan mudah yaitu membuat kepekan untk di contek ketika ulangan, dapat merembet ke anak lain.
Manajemen kurikulum adalah pengaturan yang di lakukan untuk keberhasilan kegiatan belajar mengajar istilah sekarang pembelajaran agar kegiatan tersebut dapat mencapai hasil maksimal. Ruang lingkup manajemen kurikulum sesuai dengan lingkupnya, meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
              Manajemen kurikulum adalah sebagai sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komperhensif, sistematik, sistemik, dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya, manajemen kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan konteks manajemen berbasis sekolah (MBS) dan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Oleh karena itu, otonomi yang di berikan pada lembaga pendidikan atau sekolah dalam mengelola kurikulum secara mandiri dengan memprioritaskan kebutuhan dan ketercapaian sasaran dalam visi dan misi lembaga pendidikan atau sekolah tidak mengabaikan kebijaksanaan nasional yang telah di tetapkan.  (rusman 2009).
Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pembelajaran dengan dititik beratkan pada usaha, meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar.
Manajemen kurikulum merupakan suatu sistem kurikulum yang beriorientasi pada produktivitas dimana kurikulum tersebut berorientasi pada peserta didik, kurikulum di buat sebagaimana dapat membuat peserta didik dapat mencapai tujuan hasil belajar.
Di sisi lain, manajemen kurikulum adalah pemberdayaan dan pendayagunaan manusia, materi, uang, informasi, dan rekayasa untuk dapat mengantarkan anak didik menjadi kompoten dalam berbagai kehidupan yang dipelajarinya.
Walhasil,  manajemen kurikulum adalah suatu proses usaha bersama ( kerja sama ) dalam suatu organisasi melalui proses yang sistematis dan terkoordanisasi yang mengatur dan memperlancar pencapaian tujuan pengajaran di sekolah secara efektif dan efisien.

Kurikulum di sekolah merupakan penentu utama kegiatan sekolah. Berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah mulai dari di bukanya pintu sekolah sampai dengan lonceng pulang. Demikian juga dengan siswa yang mulai sekolah, mereka melakukan kegiatan belajar berdasarkan kurikulum yang berlaku dan selalu di sesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Begitu pula kurikulum yang di rumuskan harus sesuai dengan filsafat dan cita cita bangsa perkembangan siswa, tuntutan dan kemajuan masyarakat .
Pemahaman tentang  konsep dasar manajemen kurikulum merupakan hal yang penting bagi para kepala sekolah yang kemudian merupakan modal untuk membuat keputusan implementasi kurikulum yang akan di lakukan oleh guru.
Pembakuan undang undang dan permendiknas  menjadi kekuatan hukum bagi penyelenggara pendidikan untuk menata kurikulum dalam penyelenggara pendidikan di indonesia sehingga dengan demikian undang undang dan peraturan menteri pendidikan nasional itu perlu di baca dan dipahami.

Wawasan kepala sekolah dan guru dalam mendidik dan mengajar siswa akan lebih matang bila kepala sekolah dan guru memiliki berbagai pengetahuan yang mendalam. Memiliki pengetahuan tentang fungsi pendidikan secara mendalam dan memahaminya dengan baik akan memberikan nuansa yang berbeda dengan tanpa pengetahuan tersebut.
Dalam era globalisasi tentunya kita perlu memerhatikan perubahan perubahan sistem pembelajaran dalam hal ini kurikulum, sebab kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan.
        Kurikulum mencerminkan falsafah hidup bangsa ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan itu kelak akan di tentukan oleh kurikulum yang di gunakan oleh bangsa tersebut sekarang. Nilai social dan tuntunan masyarakat selalu mengalami perubahan antara lain akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  Di Indonesia telah terjadi beberapa kali perubahan yang mendasar tentang kurikulum sejalan dengan perkembangan zaman tentunya kita selalu
memikirkan bagaimana arah pendidikan yang sebaiknya, pemerintah telah beberapa kali membuat perubahan kurikulum mulai zaman orde lama, orde baru sampai sekarang zaman reformasi.
Dalam era globalisasi tentunya kita perlu memerhatikan perubahan perubahan sistem pembelajaran dalam hal ini kurikulum, sebab kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan.
        Kurikulum mencerminkan falsafah hidup bangsa ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan itu kelak akan di tentukan oleh kurikulum yang di gunakan oleh bangsa tersebut sekarang. Nilai social dan tuntunan masyarakat selalu mengalami perubahan antara lain akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  Di Indonesia telah terjadi beberapa kali perubahan yang mendasar tentang kurikulum sejalan dengan perkembangan zaman tentunya kita selalu
memikirkan bagaimana arah pendidikan yang sebaiknya, pemerintah telah beberapa kali membuat perubahan kurikulum mulai zaman orde lama, orde baru sampai sekarang zaman reformasi.
salah satu tujuan keluaran (output) pendidikan adalah agar sisiwa menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika, ips, ipa, dan bahasa agar dapat berfikir dan berkelakuan sesuai dengan tuntutan masyarakat. Tujuan ini menyiratkan bahwa sekolah sebagai suatu lembaga formal mentransmisikan dan mentransfer konsep konsep dasar ilmu dan pengetahuan dasar kepada sisiwa.
         Penguasaan konsep dasar yang baik memudahkan siswa mengaplikasikan ilmunya kepada situasi dan kondisi yang lebih berkembang. Menurut jeromke s. bruner, konsep konsep dasar ilmu pengetahuan merupakan ide ide pokok yang ada pada setiap disiplin ilmu. Setiap disiplin ilmu mempunyai struktur pengetahuan tertentu yang menyajikan ide ide pokok tersebut. Untuk menunjang penguasaan ide ide pokok itu, maka dalam struktur kurikulum harus di perhatikan setiap komponen pendukungnya, agar tujuan pendidikan yang telah digariskan bersama dapat mencapai sasaran yang tepat. Hilda taba (1962) mengatakan bahwa kurikulum itu tersusun dari seperangkat komponen yang saling berkaitan dan bertimbal balik, yaitu tujuan pendidikan, isi, serta evaluasi pembelajaran.
Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam hal ini, alat untuk menempa manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. 

Implementasi KBK berimplikasi terhadap serangkaian tuntutan
Yang harus dipenuhi oleh seorang guru dalam menjalankam tugas keprofesionalannya. Dengan asumsi bahwa gurulah yang paling tau mengenai tangkat perkembangan peserta, perbedaan perorangan siswa, daya serap, suasana dalam kegiatan pembelajaran, serta sarana dan sumber yang tersedia maka guru berwenang untuk menjabarkan dan mengembangkan kurikulum dalam silabus. Guru perlu memahami prinsip-prinsip mengajar yang mengacu pada peningktan kemampuan internal siswa.peningkatan kemampuan ini misalnya dilakukan dengan menerapkan berbagai srategi pembelajaran yang  memungkinkan siswa mampu mencapai kompetensi secara penuh, utuh dan konteks tual. Sebagai fasilitator guru berperan untuk memudahkan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran, terutama dalam kaitannya dengan penggunaan media dan sumber belajar sebagai manajer bembelajaran guru berperan dalam menciptakan suasana/iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman, melalui pengelolaan kelas yang baik.

Setiap guru yang mengajar disekolah kategori mandiri/sekolah standar nasional perlu terlebih dahulu melaksanakan analisis materi pelajaran untuk menentukan sifat materi yang esensial dan kurang. Suatu materi dikatakan memiliki konsep esensial bila memenuhi unsur  kriteria  berikut ini:
1.                  Konsep dasar
2.                  Konsep yang menjadi dasar untuk konsep berikut
3.                  Konsep yang berguna untuk aplikasi
4.                  Konsep yang sering muncul pada ujian akhir
Hasil observasi di (SMKN 1 BERINGIN dan SMK PHARMACA FARMASI MEDAN).
1.                  Pelaksanaan manajemen kurikulum di SMK Negeri 1 Beringin dan SMK Parmaca Farmasi
a.                  SMK Negeri 1Beringin
Pelaksanaan yang dilakukan menggunakan kurikulum Kurikulum yang di terapkan di SMK Negeri 1 Beringin untuk kelas XI  dan XII sementera masih menerapkan kurikulum KTSP sedangkan kelas X sudah menerapkan kurikulum 2013.

b.                  SMK farmasi pharmaca medan
Pelaksanaan yang dilakukan di sekolah ini masih menggunakan KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan)














KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
 Kurikulum yang di terapkan di SMK Negeri 1 Beringin untuk kelas XI  dan XII sementera masih menerapkan kurikulum KTSP sedangkan kelas X sudah menerapkan kurikulum 2013. Metodenya untuk kurikulum 2013 itu lebih di tekankan pada praktis dibanding teoris, maksutnya siswa lebih dituntut aktif lebih banyak diskusi di dalamnya.
Kendalanya yaitu ketika harus mengisi jurnal untuk penilaian sikap yang mengurangi jam pelajaran. Kendala selain itu yaitu pegangan guru yang belum ada kelemahan lain yaitu dikurikulum 2013 sudah ditentukan ipa atau ips sejak kelas X sehingga seleksi penerimaan siswa baru kurang baik. Kompetensi isi dan kompetensi dasar sudah ditentukan dari pemerintah dan sudah ada silabusnya. Sedangkan pihak sekolah hanya membuat RPP.
Saran
Diperlukan sikap tanggap dari seorang guru dalam menghadapi pergantian kurikulum 2013. Seleksi peneri,aan siswa baru juga di butuhkan adanya syarat nilai minima sehingga input siswa baru tidak berkualitas turun. Alokasi waktu dalam kegiatan belajar mengajar juga harus ditangani secara bijak sehingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, juga diperlukan peningkatan kualitas teknologi yang diperlukan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar sesuai gagasan kurikum K13 yang berbasis teknologi. Diperlukan pula sikap sigap dari pemerintah dalam menyediakan buku reperensi baik untuk siswa maupun guru












Daftar Pustaka
Mustari, M. (2015). Manajemen Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/30/pentingnyakurhttp://akhmadsutrajat.wordpress.com/kurikulum/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar