TUGAS
MANDIRI I
Kurikulum
dan pembelajaran(Buku wajib)
Pengembangan
dan implementasi kurikulum 2013(buku pembanding)
Dr.
toto ruhimat, M.pd./ 2016 (buku wajib)
Prof.
Dr.H.E. mulyasa, M.Pd./2013 (buku pembanding)
Disusun Sebagai Salah
Satu Tugas Terstruktur Yang Diwajibkan
Dalam Mengikuti Perkuliahan Kurikulum dan Pembelajaran
Oleh,
VANIAR NASININTA 1602050107
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMDIYYAH SUMATERA UTARA
TAHUN 2017
KATA
PENGANTAR
Dengan
menyebut nama allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang, saya panjatkan
puji syukur atas kehadirat nya. Yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta
kesehatan kepada saya. Dan tak lupa
sholawat dan salam kepada bimbingan kita nabi besar Muhammad SAW yang beliau
telah membawa kita dari zaman kebodohan ke zaman ilmu pengetahuan.
Critical book adalah salah satu tugas
terstruktur yang di wajibkan dalam mengikuti perkuliahan kurikulum dan
pembelajaran yang mengharuskan mahasiswa untuk mengulas, meringkas, dan
mengevaluasi dua buku secara kritis. Sehingga kita dapat memahami isi dari dua
buku tersebut lebih dalam lagi.
Tulisan ini telah saya susun dengan
maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan tugas ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terimakasih kepada
semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan tulisan ini. Tujuan saya menulis tugas ini yang paling
utama untuk memenuhi tugas indivdu dari dosen pembimbing bapak Muhammad arifin,
S.Pd, M.Pd dalam mata kuliah “kurikulum dan pembelajaran”.
Terlepas dari itu semua, saya menyadari sepenuhnya
bahwa masih banyak kekurangan, oleh karena itu dengan senang hati saya menerima
segala saran dan kritik dari pembaca demi kesempurnaan tugas ini. Semoga
critical book ini memberikan manfaat bagi para pembaca dan bagi penulis itu
sendiri.
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR
ISI.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
a.manfaat
critical book review......................................................................... 1
b.tujuan
penulisan critical book....................................................................... 1
c.identitas
buku yang di review........................................................................ 2
BAB II RINGKASAN ISI BUKU
(Buku wajib)
BAB
I pengertian, dimensi, fungsi, dan peranan kurikulum............................ 4
BAB
II landasan pengembangan kurikulum.................................................... 5
BAB
III komponen-komponen pengembangan kurikulum.............................. 6
BAB
IV prinsip-prinsip pengembangan kurikulum......................................... 6
BAB
V model pengembangan dan organisasi kurikulum................................ 7
BAB
VI evaluasi kurikulum............................................................................. 8
BAB
VII konsep dasar pembelajaran .............................................................. 8
BAB
VIII komponen-komponen pembelajaran................................................ 9
BAB
IX prinsip-prinsip pembelajaran.............................................................. 9
BAB
X pendekatan, strategi, dan model pembelajaran.................................... 10
BAB
XI inovasi kurikulum dan pembelajaran................................................. 11
(BUKU PEMBANDING)
BAB
I pendahuluan ......................................................................................... 11
BAB
II di balik kurikulum 2013...................................................................... 12
BAB
III kunci sukses kurikulum 2013............................................................. 13
BAB
IV pengembangan kurikulum 2013......................................................... 14
BAB
V implementasi kurikulum 2013............................................................ 15
BAB
VI penataan kurikulum dalam implementasi kurikulum 2013............... 16
BAB
VII inovasi kurikulum 2013.................................................................... 17
BAB
VIII optimalisasi implementasi kurikulum 2013.................................... 18
BAB III PEMBAHASAN
A.pembahasan
isi buku ................................................................................... 20
B.kelebihan
dan kekurangan buku................................................................... 22
BAB IV PENUTUP
A.kesimpulan.................................................................................................... 23
B.rekomendasi
untuk buku............................................................................... 24
BAB I PENDAHULUAN
MANFAAT CRITICAL
BOOK REVIEW
Manfaat dari critical
book review ini adalah :
1. Untuk memenuhi salah satu
tugas terstruktur yang di wajibkan dalam mengikuti perkuliahan kurikulum dan
pembelajaran.
2. Untuk dapat lebih memahami
mata kuliah tentang kurikulum dan pembelajaran
3. Membantu mahasiswa berpikir
secara kritis dan menalar dalam menganalisa dua buku.
Tujuan penulisan
critical book review :
1. Mengulas isi dua buku.
2. Mencari dan mengetahui
informasi yang ada dalam buku.
3. Melatih
diri untuk berpikir secara kritis dalam mencari informasi yang di berikan oleh
setiap bab dari buku wajib dan buku pembanding
4. Membandingkan dua buku
agar mahasiswa dapat memahami tentang kurikulum yang sebenarnya
Identitas buku
yang di review (buku wajib dan buku pembanding)
Buku wajib
JUDUL
:
|
Kurikulum
dan pembelajaran
|
EDISI:
|
Ke
– 3, cetakan ke-6
|
PENGARANG:
|
Dr.
toto ruhimat, M.pd dan tim pengembang MKDP kurikulum dan pembelajaran
|
PENERBIT:
|
Rajawali
pers
|
KOTA
TERBIT:
|
Kota
depok
|
TAHUN
TERBIT:
|
2017
|
ISBN:
|
978-979-769-382-4
|
Buku pembanding
JUDUL
:
|
Pengembangan
dan implementasi kurikulum 2013
|
EDISI:
|
|
PENGARANG:
|
Prof.
Dr. H.E. Mulyasa, M.pd.
|
PENERBIT:
|
PT
remaja rosdakarya
|
KOTA
TERBIT:
|
Bandung
|
TAHUN
TERBIT:
|
2013
|
ISBN:
|
978-979-692-447-9
|
BAB II RINGKASAN ISI BUKU
BUKU WAJIB
A.BAB
1 pengertian, dimensi , fungsi, dan peranan kurikulum
1.Pengertian
dan Dimensi Kurikulum
Kurikulum dalam dunia pendidikan
menjadi sejumlah mata pelajaran (subject) yang harus di tempuh oleh seorang
siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan
dalam bentuk ijazah.
Pengertian
kurikulum senantiasa berkembang terus sejalan dengan perkembangan teori dan
praktik pendidikan.
R. Ibrahim (2005) mengelompokkan kurikulum menjadi 3 dimensi,
yaitu kurikulum sebagai substansi, kurikulum sebagai sistem, kurikulum sebagai
bidang study. Dimensi pertama memandang kurikulum sebagai rencana kegiatan
belajar bagi siswa di sekolah atau sebagai perangkat tujuan yang ingin di
capai.
Dimensi kedua memandang kurikulum
sebagai bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan dan bahkan sistem
masyarakat. Suatu sistem kurikulum yang mencakup struktur personalia dan
prosedur kerja bagaimana cara menyusun kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi,
dan menyempurnakannya.
Dimensi ketiga, memandang kurikulum
sebagai bidang study, yaitu bidang study kurikulum. Hal ini merupakan kajian
para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran.
2.Fungsi
Kurikulum
Pada dasarnya kurikulum berfungsi
sebagai pedoman atau acuan. Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman
dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bagi kepala sekolah dan pengawas kurikulum
berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi atau pengawasan. Bagi
orang tua, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya belajar
di rumah.
Bagi masyarakat, kurikulum berfungsi
sebagai pedoman untuk memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses
pendidikan di sekolah. Sedangkan bagi siswa, kurikulum sebagai suatu pedoman
belajar.
B.BAB 2 Landasan Pengembangan Kurikulum
Landasan pengembangan kurikulum
memiliki peranan yang sangat penting, sehingga apabila kurikulum di ibaratkan
sebagai sebuah bangunan gedung yang tidak memiliki fondasi atau landasan yang
kuat, maka ketika di terpa angin atau terjadi goncangan, bangunan gedung
tersebut akan mudah roboh.
Kurikulum sebagai suatu sistem
terdiri atas 4 komponen, yaitu : komponen tujuan, isi/materi, proses
pembelajaran, dan komponen evaluasi. Setiap komponen bisa menjalankan fungsinya
secara tepat dan bersinergi, jika di topang oleh sejumlah landasan, yaitu
landasan filosofi sebagai landasan utama, masyarakat dan kebudayaan, individu
(peserta didik), dan teori teori belajar.
Landasan pokok dalam pengembangan kurikulum
adalah landasan filosofis, landasan psikologis, landasan sosiologis, dan
landasan ilmu pengetahuan (iptek).
1.Landasan
Filosofis Pengembangan Kurikulum
a. Pengertian Filsafat
Secara
etimologi filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau love of wisdom. Secara
operasional filsafat mengandung dua pengertian, yakni sebagai proses
(berfilsafat) dan sebagai hasil berfilsafat (sistem teori atau pemikiran).
Syaripuddin
2007, mengemukakan bahwa filsafat adalah cara berfikir secara radikal,
menyeluruh, dan mendalam atau cara berfikir yang mengupas sesuatu sedalam –
dalam nya.
b. Manfaat Filsafat Pendidikan
Filsafat pendidikan oada dasarnya
adalah penerapan dari pemikiran-pemikiran filsafat untuk memecahkan
permasalahan pendidikan. Dengan demikian, filsafat memiliki manfaat dan memberikan kontribusi yang besar terutama
dalam memberikan kajian sistematis berkenaan dengan kepentingan pendidikan.
c.
Kurikulum dan Filsafat Pendidikan
Kurikulum
pada hakikatnya adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Karena tujuan pendidikan sangat di pengaruhi
oleh filsafat atau pandangan hidup suatu bangsa, maka kurikulum yang di
kembangkan juga harus mencerminkan falsafah. Oleh karena itu, terdapat hubungan
yang sangat erat antara kurikulum pendidikan di suatu Negara dengan filsafat
Negara yang di anutnya.
Perumusan tujuan pendidikan,
penyusunan program pendidikan, pemilihan dan penggunaan pendekatan atau strategi
pendidikan, peranan yang harus di lakukan pendidik/peserta didik senantiasa
harus sesuai dengan falsafah hidup bangsa Indonesia, yaitu pancasila.
C.BAB
3Komponen –Komponen Pengembangan Kurikulum
Sistem kurikulum terbentuk oleh
empat komponen, yaitu : komponen tujuan, isi kurikulum, metode atau strategi
pencapaian tujuan, dan komponen evaluasi. Sebagai suatu sistem, setiap komponen
harus saling berkaitan satu sama lain.
1. Komponen Tujuan
Komponen tujuan berhubungan dengan
arah atau hasil yang di harapkan. Dalam skala makro, rumusan tujuan kurikulum
erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang di anut masyarakat. Dalam skala mikro, tujuan kurikulum
berhubungan dengan misi dan visi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit,
seperti tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan proses pembelajaran.
Tujuan pendidikan nasional adalah
tujuan yang bersifat paling umum, tujuan pendidikan umum biasanya di rumuskan
dalam bentuk perilaku yang ideal sesuai dengan pandangan hidup. Tujuan
pendidikan nasional merupakan sumber dan pedoman dalam usaha penyelenggara
pendidikan. Tujuan pendidikan nasional yang bersumber dari sistem nilai
pancasila di rumuskan dalam undang undang no.20 tahun 2003, pasal 3, bahwa
pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, serta bertanggung jawab.
Tujuan institusional adalah tujuan
yang harus di capai oleh setiap lembaga pendidikan. Tujuan ini di definisikan
sebagai kualifikasi yang harus di miliki oleh setiap siswa setelah mereka
menempuh atau dapat menyelesaikan program di suatu lembaga pendidikan tertentu.
D.BAB
4Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
Prinsip adalah suatu hal yang
sifatnya sangat penting dan mendasar, terlahir dari dan menjadi suatu
kepercayaan. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukkan pada pengertian
tentang berbagai hal yang harus di jadikan patokan dalam menentukan berbagai
hal yang terkait dengan pengembangan kurikulum, terutama dalam fase perencanaan
kurikulum.
Setidaknya ada 4 sumber prinsip
pengembangan kurikulum, yaitu : data empiris, data eksperimen, cerita yang
hidup di masyarakat, dan akal sehat.
Data empiris dan data ekperimen merupakan data yang di anggap paling
terpercaya di banding legenda dan pertimbangan akal sehat. Sesuai dengan
prinsip prinsip pengembangan kurikulum bisa di klasifikasikan menjadi tiga tipe
prinsip, yaitu : anggapan kebenaran utuh atau menyeluruh, anggapan kebenaran
parsial dan anggapan kebenaran yang masih memerlukan pembuktian.
Prinsip-prinsip pengembangan
kurikulum bisa di bedakan dalam dua kategori, yaitu prinip umum dan prinsip
khusus. Prinsip umum biasanya di gunakan hamper dalam setiap pengembangan
kurikulum di mana pun.
Prinsip
khusu artinya prinsip yang hanya berlaku di tempat tertentu dan situasi
tertentu. Prinsip khusus ini juga merujuk pada prinsip prinsip yang di gunakan
untuk mengembangkan komponen tujuan, isi kurikulum, media dan alat bantu
pembelajaran, serta komponen evaluasi.
E.BAB
5 Model Pengembangan dan Organisasi Kurikulum
Model pengembangan kurikulum, yaitu
langkah sistematis dalam proses penyusunan kurikulum. Alternative prosedur
dalam rangka mendesain, menerapkan, dan mengevaluasi suatu kurikulum. Model
pengembangan kurikulum harus dapat menggambarkan suatu proses sistem
perencanaan program pembelajaran yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan dan
standar keberhasilan dalam pendidikan, berdasarkan pada perkembangan teori dan
praktik kurikulum.
Organisasi kurikulum merupakan pola
susunan sajian isi kurikulum, yaitu bertujuan untuk mempermudah siswa dalam
mempelajari bahan pelajaran serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan
belajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat di capai secara efektif.
Ada sejumlah prinsip yang harus di
perhatikan sehubungan dengan organisasi kurikulum, yaitu : ruang lingkup atau
cakupan, urutan bahan, kontinuitas, keseimbangan, dan keterpaduan.
F.BAB
6Evaluasi Kurikulum
Evaluasi kurikulum di maksudkan
untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan di tinjau dari berbagai
criteria. Indicator kinerja yang di evaluasi adalah efektivitas, relevansi,
efisiensi, dan kelaikan program.
Tujuan
evaluasi kurikulum adalah untuk keperluan :
a. Perbaikan
program
b. Pertanggungjawaban
kepada berbagai pihak
c. Penentuan
tindak lanjut hasil pengembangan.
Model
evaluasi di golongkan ke dalam lima model, yaitu :
1. Measurement
Evaluasi pada dasarnya adalah
pengukuran perilaku siswa untuk mengungkapkan perbedaan individual maupun kelompok.
2. Congrueence
Evaluasi pada dasarnya merupakan
pemeriksaan kesesuaian antara tujuan pendidikan dan hasil belajar yang di
capai, untuk melihat sejauh mana perubahan hasil pendidikan yang terjadi.
3. Illumination
Pada dasarnya merupakan studi mengenai
pelaksaaan program, pengaruh factor lingkungan, kebaikan-kebaikan dan kelemahan
program serta pengaruh program terhadap perkembangan hasil belajar.
4. Educational System Evaluation
Evaluasi pada dasarnya adalah
perbandingan antara performance setiap dimensi program dan criteria, yang akan
berakhir dengan suatu deskripsi dan judgment.
5. CIPP
Merupakan model evaluasi dengan
focus pada content, input, process, serta product.
G.BAB
7 Konsep Dasar Pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu proses
interaksi antara komponen-komponen sistem pembelajaran. Konsep dan pemahaman
pembelajaran dapat di pahami dengan menganalisa aktivitas komponen pendidik,
peserta didik, bahan ajar, media, alat, prosedur, dan proses belajar. Konsep
awal dalam memahami pembelajaran ini dapat di pandang dari apa itu “belajar”.
Perubahan dan munculnya beberapa
konsep dan pemahaman tentang belajar merupakan suatu bukti bahwa pembelajaran
adalah proses mencari kebenaran, menggunakan kebenaran, dan mengembangkannya
untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup manusia, khususnya yang berhubungan
dengan upaya mengubah perilaku, sikap, pengetahuan, dan pemaknaan terhadap
tugas-tugas selama hidupnya. Dalam proses
pembelajaran terhadap unsur-unsur yang akan menghasilkan hasil belajar.
Melalui hasil belajar inilah maka
pembelajaran bisa berkelanjutan, sehingga segala sesuatu yang di butuhkan
manusia akan terpenuhi.
H.BAB
8 Komponen-Komponen Pembelajaran
Pembelajaran memiliki makna yang
lebih luas dari istilah pengajaran.
Sebagai
sebuah sistem, pembelajaran memiliki sejumlah komponen, yaitu :
· Tujuan
: suatu target yang ingin di capai oleh kegiatan pembelajaran. Tujuan
pembelajaran ini merupakan tujuan antara dalam upaya mencapai tujuan-tujuan lain
yang lebih tinggi tingkatannya, yakni tujuan pendidikan dan tujuan pembangunan
nasional.
· Bahan
(materi pembelajaran) : pada dasarnya “ isi” dari kurikulum yakni berupa mata
pelajaran atau bidang study dengan topic dan rinciannya.
· Strategi
pembelajaran : merupakan salah satu komponen di dalam sistem pembelajaran, yang
tidak dapat di pisahkan dari komponen lain.
· Media
pembelajaran : adalah alat dan bahan yang dapat di gunakan untuk kepentingan
pembelajaran dalam upaya pembelajaran hasil belajar.
· Evaluasi
pembelajaran : evaluasi pembelajaran bersifat komprehensif yang di dalam nya
meliputi penilaian dan pengukuran. Evaluasi pada hakikatnya merupakan suatu
proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek.
I. BAB
9 Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Pembelajaran pada dasarnya adalah
interaksi antara siswa dengan lingkungan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pembelajaran,yaitu perubahan perilaku (pengetahuan, sikap, maupun
keterampilan).
Untuk terjadinya proses pembelajaran
yang efektif dan efisien, maka terdapat
beberapa ketentuan, kaidah, norma atau disebut dengan prinsip pembelajaran yang
harus menjadi perhatian dan menjadi inspirasi dalam melaksanakan proses
pembelajaran.
Prinsip
pembelajaran dapat di klasifikasikan ke dalam dua bagian, yaitu :
a. Prinsip
pembelajaran yang bersifat umum yaitu : bahwa belajar menghasilkan perubahan
perilaku peserta didik yang relative permanen, peserta didik memiliki potensi,
gandrung, dan kemampuan yang merupakan benih kodrat untuk di tumbuh kembangkan
b. Prinsip
pembelajaran yang bersifat khusus antara lain yaitu : prinsip perhatian dan
motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung, berpengalaman, tantangan, balikan
dan penguatan dan prinsip perbedaan individual.
J.BAB
10 Pendekatan, Strategi dan Model Pembelajaran
Terdapat berbagai konsepsi tentang
pembelajaran, hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan pendekatan yang di
gunakan orang dalam memahami makna pembelajaran. Pembelajaran dapat di pahami
melalui pendekatan filsafati, pendekatan psikologi dan pendekatan sistem. Dalam
pendekatan filsafati antara lain kita dapat memahami makna pembelajaran, dalam
pendekatan psilologi antara lain kita dapat memahami makna pembelajaran melalui
aliran behaviorisme, kognitif, dan humanism.
Strategi pembelajaran adalah pola
umum rencana interaksi antara siswa dengan guru dan sumber belajar lainnya pada
suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Dalam rangka memahami dan
menyelenggarakan pembelajaran, dasar pijakan kita adalah pasal 2 undang-undang
republic Indonesia no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan
pasal 32 UUD 1945. Bahwa kriteria pemilihan strategi dan model pembelajaran
hendaknya di dasarkan kepada kesesuaiannya dengan hal sebagai berikut :
1.tujuan
pembelajaran yang ingin di capai
2.peranan
guru dan siswa yang di harapkan dalam mencapai tujuan pembelajaran
3.karakteristik
mata pelajaran atau bidang studi
4.
kondisi lingkungan belajar.
K.BAB
11 Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran
Ada
empat ciri inovasi pendidikan, yaitu ;
1.
Memiliki
kekhasan khusus, artinya memiliki ciri khas dalam arti ide, program, sistem,
termasuk hasil yang di harapkan.
2.
Memliki
ciri atau unsure kebaruan. Dalam arti, harus memiliki karakteristik sebagai
buah karya dan buah piker .
3.
Dilaksanakan
melalui program yang terencana. Dalam arti bahwa suatu inovasi akan di lakukan
melalui suatu proses yang tak tergesa – gesa, namun kegiatan di persiapkan
secara matang dengan program yang jelas dan di rencanakan terlebih dahulu.
4.
Inovasi
yang di gulirkan memliki tujuan, apa yang ingin di capai, termasuk strategi dan
arah
BUKU PEMBANDING
A. BAB
I Pendahuluan
Iklim perpolitikan yang kurang
kondusif, bahkan cenderung mengarah pada kebebasan yang kurang terkendali telah
menimbulkan berbagai permasalahan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk
pendidikan. Dalam tatanan nasional, jika dalam bidang pertambangan dan
perekonomian, pemerintah terus menerus melakukan perubahan harga bahan bakar
minyak, maka dalam bidang pendidikan sepertinya terus menerus mengotak atik
kurikulum. Keduanya beralasan untuk melakukan perbaikan, tetapi, pelaksanaannya
sering kali tersesat atau salah jalan. Sehingga sulit untuk sampai pada tujuan.
Mudah-mudahan bukan ini yang terjdi
dengan kurikulum 2013, meskipun wacana perubahan di gulirkan ketika pendidikan
sedang mengalami berbagai kesemrawutan dan ketimpangan, baik secara kuantitas,
kualitas, maupun dalam kaitannya dengan efektivitas dan relevansi pendidikan.
Kehidupan
dalam era global menuntut berbagai perubahan pendidikan yang bersifat
mendasar. Perubahan tersebut antara lain
:
Perubahan dari pandangan kehidupan
masyarakat local ke masyarakat global,
perubahan dari kohesi social menjadi partisipasi demokratis dan
perubahan dari pertumbuhan ekonomi ke perkembangan kemanusiaan.
Pendidikan
karakter dalam kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan
hasil pendidikan, yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan akhlak mulia
peserta didik secara utuh, terpadu, seimbang, sesuai dengan standar kompetensi
lulusan pada setiap satuan pendidikan.
Dalam implementasi kurikulum 2013,
pendidikan karakter dapat di integrasikan dalam sebuah pembelajaran pada setiap
bidang sutdi yang terdapat dalam kurikulum. Materi pembelajaran yang berkaitan
dengan norma-norma atau nial-nilai pada setiap bidang studi perlu di
kembangkan, di eksplisitkan, di hubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari.
Dalam implementasi kurikulum 2013
yang berbasis karakter dan kompetensi, pendidikan karakter bukan hanya tanggung
jawab sekolah semata, tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak, orang tua,
pemerintah, dan masyarakat.
B. BAB
2 Di Balik Kurikulum 2013
Pendidikan di selenggarakan disetiap
satuan pendidikan, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, bahkan
yang di lakukan di lembaga-lembaga nonformal dan informal seharusnya dapat
menjadi landasan bagi pembentukan pribadi peserta didik, dan masyarakat pada
umumnya. Namun demikian pada kenyataan nya mutu pendidikan, khususnya mutu
output pendidikan di Negara lain, baik di asia maupun di kawasan ASEAN.
Rendahnya mutu pendidikan, memerlukan penanganan secara menyeluruh, karena
dalam kehidupan bangsa, pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk
menjamin kelangsungan hidup Negara dan bangsa, juga merupakan wahana untuk meningkatkan
dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.
a. apa
yang salah dengan pendidikan kita?
Tampak jelas bahwa negeri ini telah
berubah menjadi Negara dagelan atau republik sandiwara. Yang di pimpin oleh
para pejabat Negara yang seperti tanpa beban menjadi terdakwa korupsi, kolusi,
dan nepotisme (KKN). Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara belum tumbuh
budaya mutu, budaya malu dan budaya kerja, baik di kalangan para pemimpin
maupun di kalangan masyarakat. Pada umumnya, sehingga sulit untuk mencari tokoh
atau figure yang bisa di teladani. Ini merupakan bukti, terjadinya pergeseran
niai menuju kehancuran, atau pembentukan nilai nilai baru atas dasar
pragmatisme, materialisme, hedonisme, sekularisme, bahkan atheisme.
Menghadapi
kondisi masyarakat Indonesia, eloknya pembangunan pendidikan nasional di
fokuskan pada hal hal berikut.
Pertama,
peningkatan pemerataan dan perluasan kesempatan untuk memperoleh pendidikan
yang bersamaan dengan peningkatan mutu.
Kedua,
pengembangan wawasan persaingan dan keunggulan
Ketiga,
memperkuat keterkaitan pendidikan agar sepadan dengan kebutuhan pembangunan.
Keempat,
mendorong terciptanya masyarakat belajar.
Kelima,
pendidikan merupakan sarana untuk menyiapkan generasi masa kini dan sekaligus
masa depan.
C. BAB
3 kunci sukses kurikulum 2013
Kurikulum 2013 menjanjikan lahirnya
generasi penerus bangsa yang produktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter.
Dengan kreativitas anak-anak bangsa mampu berinovasi secara produktif untuk
menjawab tantangan masa depan yang semakin rumit dan kompleks. Kunci sukses kurikulum 2013 antara lain
berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah, kreativitas guru, aktivitas
peserta didik, sosialisasi, fasilitas dan sumber belajar, lingkungan yang
kondusif akademik, dan partisipasi warga Negara.
A. Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kunci sukses pertama yang menentukan
keberhasilan implementasi K13 adalah kepemimpinan kepala sekolah, terutama
dalam mengoordinasi, menggerakkan, dan menyelaraskan semua sumber daya
pendidikan yang tersedia. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu
factor penentu yang dapat menggerakkan sumber daya sekolah untuk dapat
mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah melalui melalui
program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.
B. Kreativitas Guru
Kunci sukses kedua yang menentukan
keberhasilan implementasi kurikulum 2013 adalah kreativitas guru, karena guru
merupakan factor penting yang besar pengaruhnya. Bahkan sangat menentukan
berhasil tidaknya peserta didik dalam belajar.
C. Aktivitas Peserta Didik
Dalam rangka mendorong dan
mengembangkan aktivitas peserta didik, guru harus mampu mendisiplinkan peserta
didik, terutama disiplin diri. Guru harus mampu peserta didik mengembangkan
pola perilakunya, meningkatkan standar perilakunya.
D. Sosialisasi
Kurikulum 2013
Sosialisasi dalam implementasi
kurikulum sangat penting di lakukan, agar semua pihak yang terlibat dalam
implementasinya di lapangan paham dengan perubahan yang harus di lakukan sesuai
dengan tugas pokok dan fungsinya masing masing.
E.
Fasilitas dan Sumber Belajar
Fasilitas dan sumber belajar yang
memadai, agar kurikulum yang sudah di rancang dapat di laksanakan secara
optimal.
F.
lingkungan yang kondusif
akademik
Lingkungan sekolah yang aman,
nyaman, dan tertib, optimism, dan harapan yang tinggi baik secara fisik maupun non fisik dari
seluruh warga sekolah, kesehatan sekolah, serta kegiatan kegiatan yang terpusat
pada peserta didik yang dapat membangkitkan nafsu, gairah dan semangat belajar.
D. BAB
4 pengembangan kurikulum 2013
Pengembangan kurikulum merupakan
suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai komponen yang saling
terkait.
a.
Perlunya
perubahan dan pengembangan
kurikulum 2013
Dalam suatu sistem pendidikan,
kurikulum itu sifatnya dinamis serta harus selalu di lakukan perubahan dan
pengembangan agar dapat mengikuti perkembangan dan tantangan zaman. Meskipun
demikian, perubahan dan pengembangannya harus di lakukan secara sistematis dan
terarah, tidak asal berubah. Perubahan dan pengembangan kurikulum tersebut
harus memiliki visi dan arah yang jelas, mau di bawa kemana sistem pendidikan
nasional dengan kurikulum tersebut.
b. Landasan Pengembangan Kurikulum 2013
1.
landasan filosofis
2.
landasan yuridis
3.
landasan konseptual
c. Tujuan Pengembangan Kurilukum 2013
Melalui pengembangan kurikulum 2013
kita akan menghasilkan insane Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif,
afektif, melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang
terintegrasi.
d. Kurikulum 2013 berbasis
computer
Pemerintah melakukan penataan
kurikulum. Kurikulum 2013 merupakan tindak lanjut dari kurikulum berbasis
kompetensi (KBK) yang pernah di uji cobakan pada tahun 2004. KBK di jadikan acuan dan pedoman bagi
pelaksanaan pendidikan dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan, khususnya
pada jalur pendidikan sekolah. Pada hakikatnya kompetensi merupakan perpaduan
dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam
kebiasaan berpikir dan bertindak.
E.
BAB 5 implementasi kurikulum 2013
Tema kurikulum 2013 adalah
menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif,
melalui penguatan sikap, keterampilan,dan pengetahuan yang terintegritasi.
A. Merancang Pembelajaran Efektif dan Bermakna
1. Pemanasan dan apersepsi
Pemanasan dan apersepsi perlu di
lakukan untuk menjajaki pengetahuan peserta didik, memotivasi peserta didik,
dengan menyajikan materi yang menarik, dan mendorong mereka untuk mengetahui
berbagai hal baru.
2. Eksplorasi
Eksplorasi merupakan tahapan
kegiatan pembelajaran untuk mengenalkan bahan dan mengaitkannya dengan
pengetahuan yang telah di miliki peserta didik.
3. Konsolidasi pembelajaran
Konsolidasi merupakan kegiatan untuk
mengaktifkan peserta didik dalam pembentukan kompetensi dan karakter, serta
menghubungkannya dengan kehidupan peserta didik.
B.mengorganisasikan
pembelajaran
Implementasi
kurikulum 2013 menuntut guru untuk mengorganisasikan pembelajaran secara
efektif. Sedikitnya, terdapat 5 hal yang perlu di perhatiakan berkaitan dengan
pengorganisasian pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013, yaitu
pelaksanaan pembelajaran, pengadaan dan pembinaan tenaga ahli, pendayagunaan
lingkungan dan sumber daya masyarakat, serta pengembangan dan penataan
kebijaksanaan.
C.
memilih dan menentukan pendekatan pembelajaran
Belajar harus di pandang sebagai
aktivitas psikologis yang memerlukan dorongan dari luar. Oleh karena itu, hal
hal yang harus di upayakan antara lain :
a.bagaimana
harus memotivasi peserta didik dan bagaimana materi belajar harus di kemas
sehingga bisa membangkitkan motivasi, gairah, dan nafsu belajar.
b.belajar
perlu di kaitkan dengan seluruh kehidupan peserta didik, agar dapat menumbuhkan
kesadaran mereka terhadap manfaat dari perolehan belajar.
D.melaksanakan
pembelajaran, pembentukan kompetensi, dan karakter
Pembelajaran
dalam menyukseskan implementasi kurikulum 2013 merupakan keseluruhan proses
belajar, pembentukan kompetensi, dan karakter peserta didik yang di rencanakan.
Untuk kepentingan tersebut, kompetensi inti, kompetensi dasar, materi standar,
indicator hasil belajar, dan waktu yang di perlukan harus di tetapkan sesuai
dengan kepentingan pembelajaran sehingga peserta didik di harapkan memperoleh
kesempatan dan pengalaman belajar yang optimal. Dalam hal ini, pembelajaran
pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan
lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik lagi.
Pada umumnya, kegiatan pembelajaran mencakup kegiatan awal atau pembukaan,
kegiatan inti atau pembentukan kompetensi dan karakter, serta kegiatan akhir
dan penutup.
F.
BAB 6 penataan penilaian dalam implementasi kurikulum 2013
Materi yang dibahas dan di sajikan
dalam bab ini lebih di fokuskan pada berbagai permasalahan yang berkaitan
dengan penataan penilaian kurikulum, penilaian proses, penilaian untuk kerja
dll dalam implementasi kurikulum 2013.
A.Penataan
penilaian
Salah satu aspek yang di jadikan
ajang perubahan dan penataan dalam kaitannya dengan implementasi kurikulum 2013
adalah penataan standar penilaian. Penataan tersebut terutama di sesuaikan
dengan penataan yang di lakukan pada standar isi, standar kompetensi lulusan
dan standar proses.
B.penilaian
kurikulum
Penilaian
kurikulum harus mencapai aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh
dan proporsional, sesuai dengan kompetensi inti yang telah di tentukan.
Penilaian aspek pengetahuan, dapat di lakukan dengan ujian tulis,lisan,dan
daftar isian pertanyaan.
C.penilaian
proses pembelajaran
Penilaian proses di maksudkan untuk
menilai kualitas pembelajaran serta internalisasi karakter dan pembentukan
kompetensi peserta didik, termasuk bagaimana tujuan tujuan belajar di
realisasikan. Dalam hal ini, penilaian proses di lakukan untuk menilai
aktivitas, kreativitas, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran,
terutama keterlibatan mental, emosional, dan sosial dalam pembentukan
kompetensi serta karakter peserta didik.
D.
penilaian untuk kerja
Dalam implementasi kurikulum 2013,
amat di anjurkan agar guru lebih mengutamakan penilaian untuk kerja. Peserta
didik di amati dan di nilai bagaimana mereka dapat bergaul, bagaimana mereka
bersosialisasi di masyarakat, dan bagaimana mereka menerapkan pembelajaran di
kelas dalam kehidupan sehari-hari.
E.
penilaian karakter
Di maksudkan untuk mendeteksi
karakter yang terbentuk dalam diri peseta didik melalui pembelajaran yang telah
di ikutinya.pembentukan karakter memang tidak terbentuk dalam waktu yang singkat,
tapi indicator pelaku dapat di deteksi secara dini oleh setiap guru.
F.
penilaian portofolio
Portofolia adalah kumpulan
tugas-tugas yang di kerjakan peserta didik.
Penilaian portofolio adalah penilaian terhadap seluruh tugas yang di
kerjakan peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.
G.
BAB 7 inovasi kurikulum 2013
Kurikulum 2013 yang berbasis
karakter dan kompetensi lahir sebagai jawaban terhadap berbagai kritikan
terhadap kurikulum 2006, serta sesuai dengan pengembangan kebutuhan dan dunia
kerja. Dengan demikian, kurikulum 2013 di harapkan dapat menyelesaikan berbagai
permasalahan yang sedang di hadapi oleh dunia pendidikan, terutama dalam
memasuki era globalisasi yang penuh dengan berbagai macam tantangan.
A.keunggulan
kurikulum 2013
1.
kurikulum 2013 menggunakan pendekatan yang bersifat alamiah, karena berangkat,
berfokus, dan bermuara pada hakikat peserta didik untuk mengembangkan berbagai
kompetensi sesuai dengan potensi nya masing-masing.
2.
kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi boleh jadi mendasari
pengembangan kemampuan-kemampuan lain.penguasaan ilmu pengetahuan, dan keahlian
tertentu dalam suatu pekerjaan, kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan
sehari hari, serta pengembangan aspek-aspek kepribadian dapat di lakukan secara
optimal
3.
ada bidang-bidang studi atau mata pelajaran tertentu yang dalam pengembangannya
lebih tepat menggunakan pendekatan kompetensi, terutama yang berkaitan dengan
keterampilan.
B.asumsi
kurikulum 2013
Dalam
kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi, asumsi merupakan
parameter untuk menentukan tujuan dan kompetensi yang akan dispesifikasikan.
Konsistensi dan validitas setiap kompetensi harus sesuai dengan asumsi,
meskipun tujuannya selalu di uji kembali berdasarkan masukan yang memungkinkan
terjadinya perubahan.
H.
BAB 8 optimalisasi implementasi kurikulum 2013
a. Mendongkrak prestasi
Prestasi
belajar adalah hasil yang di peroleh seseotang setelah menempuh kegiatan
belajar, sedangkan belajar pada hakikatnya merupakan usaha sadar yang di
lakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Perubahan-perubahan perilau
dikelompokkan dalam kawasan kognitif, afektif dan psikomor. Ciri-ciri perilaku
hasil belajar adalah bersifat intensional, positif, dan efektif.
b.
Membangun
tim
Membangun tim bertujuan untuk
mendidik seluruh tenaga kependidikan di sekolah pada seluruh tingkatan
pekerjaan, dengan teknik kepemimpinan kepala sekolah yang efektif. Kepemimpinan
kepala sekolah yang efektif merupakan komponen penting untuk menyukseskan
implementasi kurikulum 2013.
c.
Mengembangkan
program akselerasi
Program akselerasi memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk melalui masa belajar di sekolah dengan
waktu yang relative cepat.
Untuk
mengembangkan program akselerasi perlu di lakukan berbagai persiapan, seperti
penyempurnaan manajemen dan pengayaan program
d.
Membudayakan
kurikulum 2013
Membudayakan kurikulum dapat di
maknai bahwa implementasi kurikulum tersebut masuk dalam budaya sekolah, yang
merefleksikan nilai-nilai dominan, norma-norma, dan keyakinan semua warga
sekolah, baik peserta didik, guru, kepala sekolah, maupun tenaga kependidikan
lainnya.
e.
Mendayakan
lingkungan
Pendayagunaan lingkungan merupakan
suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan
peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Dalam
pendekatan lingkungan pembelajaran di susun sekitar hubungan dan faedah nya.
Belajar dengan pendekatan lingkungan berarti peserta didik mendapatkan
pemahaman dan kompetensi dengan cara mengamati dan melakukan secara langsung
apa yang ada yang berlangsung di sekitar, baik rumah maupun sekolah.
BAB III PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
ISI BUKU
A1. Pembahasan mengenai pengertian kurikulum
buku
wajib :
(Hilda taba dalam nasution,1993)
segala usaha yang di lakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang di
harapkan dalam situasi di dalam ataupun di luar sekolah.
Buku
pembanding:
Kurikulum
merupakan salah satu komponen yang memiliki peranan penting dalam sistem
pendidikan
Berdasarkan dua pendapat di atas : kurikulum
adalah segala komponen usaha yang di lakukan untuk memperoleh hasil yang di
harapkan dalam sistem pendidikan.
A2. Pembahasan tentang
landasan pengembangan kurikulum
Buku
wajib
1.landasan
filosofis
2.landasan
psikologis
3.landasan
sosiologis
4.landasan
teknologis
Buku
pembanding
Landasan
kurikulum 2013:
1.landasan
filosofis
2.landasan
yuridis
3.landasan
konseptual
A3. Pembahasan tentang prinsip pengembangan
kurikulum
Buku
wajib
Ada
empat sumber prinsip pengembangan kurikulum yaitu: data empiris, data
eksperimen, cerita/legenda yang hidup di masyarakat dan akal sehat.
Buku
pembanding
Pengembangan
kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi perlu memerhatikan dan
mempertimbangkan prinsip-prinsip berikut:
1. Pengembangan
kurikulum dilakukan mengacu pada standar nasional.
2. Kurikulum dikembangkan
dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan.
A3.pembahasan
tentang tujuan pendidikan nasional
Buku
wajib :
Mengembangkan
potensi peserta didik, menjadikan manusia yang bertaqwa, berilmu, berakhlak
mulia, sehat, cakap,kreatif, mandiri, demokratis dan tanggung jawab
Buku
pembanding :
Membentuk manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, beretika (beradab dan berwawasan budaya
bangsa Indonesia), memiliki nalar (maju, cakap, cerdas, kreatif, inovatif, dan
bertanggung jawab), berkemampuan komunikasi sosial dan berbadan sehat sehingga
mampu menjadi manusia yang mandiri.
A4.
Pembahasan tentang apa itu belajar
Buku
wajib
Arief sadiman (1986), belajar dalah
suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur
hidup, sejak dia masih bayi hingg liang lahat.
Buku
pembanding
Tyler(1986) dalam mulyasa (2002),
belajar adalah interaction between the leaner and the external condition.
A5. Pembahasan tentang
menentukan pendekatan pembelajaran
Buku
wajib
Berdasarkan pendekatan sistem,
pembelajaran dapat di pandang sebagai suatu keseluruhan terpadu yang terdiri
atas berbagai komponen yang saling berinteraksi secara fungsional dalam rangka
mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan. Berdasarkan, pendekatan
sistem, pembelajaran di desain melalui suatu model pembelajaran yang dulu di
kenal dengan prosedur pengembangan sistem instruksional.
Buku
pembanding
Peran peserta didik lebih dominan
dalam pembelajaran, yang meletakkan perhatian dasar terhadap individu secara
utuh. Belajar dipandang sebagai proses yang melibatkan diri dalam interaksi
antara diri sendiri dengan realita di luar diri individu yang bersangkutan.
KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN BUKU
KELEBIHAN
BUKU :
Buku
wajib
1. Kertas yang di gunakan
bagus dan cukup tebal
2.
Warna cover cukup bagus
3. Menjelaskan secara rinci
4. Up to date sesuai
perkembangan teknologi
5.
Tulisan dan pembahasan
jelas
Buku
pembanding
1. Menjelaskan secara detail
2. Bahasa buku mudah di
pahami
3. Harga ekonomis
4. Menambah wawasan
KEKURANGAN
BUKU
Buku
wajib
1. harga tidak ekonomis
2.
masih banyak menggunakan kata yang sulit di pahami
Buku
pembanding
1.cover
dan warna tulisan kurang menarik
2.orang
tidak tertarik melihat dari covernya
3.kertas
tipis dan rawan sobek
4.
terlalu banyak pembahasan yang tidak langsung masuk ke inti
5.
edisi nya tidak ada
BAB IV PENUTUP
KESIMPULAN
Kurikulum adalah bagian penting
dalam pendidikan dimana kualitas suatu Negara ditentukan oleh kualitas
pendidikan. Dalam hal ini, pendidikan adalah suatu media penting untuk mengatur
dan mengembangkan potensi siswa di dalam sekolah untuk lebih aktif dan minat
peserta didik di dalam perkembangan kurikulum.sehingga peserta didik mampu
menjadi warga Negara yang produktif yang ikut berpartisipasi dalam perkembangan
dan kemajuan negaranya, khususnya dalam
dunia pendidikan. Karena, generasi muda adalah aset bangsa yang tak ternilai.
Namun, di dalam nya juga butuh
kerjasama dalam penerapan pola kurikulum yang juga tak terlepas dari manajemen
pendidikan itu sendiri untuk memperoleh hasil optimal.
REKOMENDASI
UNTUK BUKU
Buku wajibsecara pribadi, saya
mengharapkan buku ini isinya lebih di padatkan dan jelas.Dan saya rekomendasikan
agar lebih memilih warna yang lebih mencolok karena para pembaca lebih suka
dengan warna warna yang menarik.Dan saya mengharapkan juga untuk lebih
memperbanyak gambar gambar struktur di dalam buku agar mudah di pahami.
Buku
pembanding
Menurut saya, cover dan tulisan buku
kurang menarik, saya rekomendasikan agar lebih di tingkatkan lagi. Dan saya
rekomendasikan agar setiap pembahasan per bab ada rangkumannya agar pembaca
bisa langsung membaca inti dari pembahasan tersebut. Dan satu lagi agar di buat
edisi buku nya.
DAFTAR
PUSTAKA
Mulyasa,E.
2013. Pengembangan dan Implementasi
Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tim
Pengembangan MKDP. 2016. Kurikulum &
Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada


Tidak ada komentar:
Posting Komentar