TUGAS TERSTRUKTUR
KETIGA
MINI RISET
MINI RISET
Hasil observsi
tentang kurikulum antara SMK N 1 beringin
Dengan SMK
Farmasi farmaca
Di susun
sebagai salah satu tugas terstruktur yang di wajibkan dalam mengikuti
perkuliahan manajemen pendidikan
DISUSUN OLEH:
NAMA : VANIAR
NASININTA NAINGGOLAN
NPM : 1602050107
PRODI : PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
SEMESTER : II (DUA)
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
T.A 2016/2017
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur saya ucapkan kepada allah swt. Yang telah
memberikan rahmat dan hidayah serta kesehatan sehingga saya mampu menyelesaikan
tugas yang di amanahkan oleh salah satu dosen kami.
Shalawat dan salam tak lupa pula saya ucapkan kepada
baginda atau nabi besar kita yaitu Muhammad SAW yang mana dia telah membawa
kita dari zaman jahiliyah ke jaman islamiyah dari zaman kebodohan ke zaman ilmu
pengetahuan.
Miniriset ini
merupakan tugas dari mata kuliah
Manajemen Pendidikan yang diamanahkan
kepada penulis. Sebagai manusia, penulis tentu tidak luput dari salah,
demikian halnya dengan miniriset yang penulis susun ini tentu terselip banyak
kesalahan . Oleh sebab itu penulis menerima kritik dan saran dari pembaca demi
kesempurnaan miniriset ini.
MEDAN,
21 MEI 2017
VANIAR NASININTA
ABSTRAK
Kurikulum adalah susunan satu rangkaian kegiatan yang
di dalamnya mengandung rencana belajar siswa, sebagai pengalaman belajar siswa
yang diperoleh dari sekolah saat di dalam kelas maupun di luar sekolah.
Kurikulum dapat di artikan juga suatu jarak yang harus di tempuh oleh pelari
dari garis start sampai ke garis finish. Dengan penggunaan kata kurikulum
tersebut di dalam dunia pendidikan, berarti menyamakan peserta didik sebagai
seorang pelari, yang menempuh jarak kegiatan belajar dari awal memasuki sekolah
sampai tamat dari sekolah tersebut.
Dalam pandangan modern, kurikulum lebih dari sekedar
rencana pelajaran. Kurikulum dalam pandangan modern meliputi segala sesuatu
secara nyata terjadi dalam proses pendidikan yang merupakan pengalaman belajar
bagi peserta didik. Karena semua
kegiatan yang dilakukan peserta didik memberikan pengalaman belajar, maka apa
yang di sebut kurikulum itu tidak terbatas pada mata pelajaran.
Metode yang dipergunakan dalam miniriset ini adalah
metode observasi secara langsung ke 2 sekolah yang dibahas dalam miniriset ini.
Semua hasil yang didapat terkait manajemen kurikulum seutuhnya. Dengan cara mewawancarai kepala
sekolah selaku pemegang kekuasaan tertinggi disekolah yang di ibarat kan
sebagai presidennya sebuah Negara.
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Pendidikan di Negara Indonesia saat ini masih
mengalami berbagai macam persoalan. Persoalan tersebut tidak mudah di
selesaikan, salah satu persoalan pendidikan kita yang masih menonjol saat ini
adalah adanya kurikulum yang mengalami pergantian dari tahun ke tahun dan
membebani peserta didik tanpa ada arah pengembangan yang benar benar di
implementasikan sesuai dengan perubahan yang di inginkan pada kurikulum
tersebut.
Tidak bisa di pungkiri bahwa perubahan kurikulum
selalu mengarah pada perbaikan sistem pendidikan. Perubahan tersebut di lakukan
karna di anggap belum sesuai dengan harapan yang di inginkan sehingga perlu
adanya revitalisasi kurikulum.
Kurikulum bersifat dinamis karena selalu berubah ubah
sesuai dengan perkembangan dan tantangan zaman.
Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang di
amanatkan dalam undang undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional di harapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi
peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, yang diyakini akan
menjadi factor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan Negara Indonesia
sepanjang zaman.
Dengan
dibuatnya miniriset ini diharapkan pembaca dapat memperoleh informasi mengenai
Manajemen Kurikulum.
Dengan demikian semoga mahasiswa akan dapat memahami lebih jauh dan tidak buta
akan manajemen pendidikan yang ada dilembaga pendidikan.
IDENTIFIKASI
MASALAH
a.
Apakah
pengertian manajemen kurikulum?
b.
Bagaimana
pengelolaan manajemen kurikulum terhadap pengembangan sekolah?
c.
Bagaimana sejarah kurikulum di indonesia?
d.
Bagimana peranan guru dalam pelaksanaan kurikulum?
RUMUSAN MASALAH
A. Bagaimana
pelaksanaan manajemen kurikulum di SMK Negeri 1 Beringin dan SMK Parmaca
Farmasi ?
LANDASAN
TEORI
Menurut syaibani (1979) kurikulum yang bahasa arab nya
manhaj di artikan jalan terang yang di lalui oleh manusia pada berbagai bidang
kehidupannya. Dalam lapangan pendidikan, manhaj di maksudkan sebagai jalan
terang yang dilalui pendidik atau guru latih dengan orang orang dididik atau di
latihnya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Menurut supandi, kurikulum adalah sebagai suatu
perangkat pelbagai mata pelajaran yang harus dipelajari siswa, batasan ini
tampak jelas pada kurikulum 1968 dikdasmen.
Menurut wiryokusumo, kurikulum adalah rencana tertulis
tentang kemampuan yang harus dimiliki berdasarkan standar nasional, materi yang
perlu dipelajari dan pengalaman belajar yang harus di jalani untuk mencapai
kemampuan tersebut, dan evaluasi yang perlu di lakukan untuk menentukan tingkat
pencapaian kemampuan peserta didik, serta seperangkat peraturan yang berkenaan
dengan pengalaman belajar peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya pada
satuan pendidikan tertentu.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakann dalam penyusunan miniriset ini
adalah observasi langsung dan wawancara.
HASIL DAN PEMBAHASAN
kurikulum adalah
susunan satu rangkaian kegiatan yang di dalamnya rencana belajar siswa, sebagai
pengalaman belajar siswa yang di peroleh dari sekolah saat di dalam kelas
maupun di luar sekolah. Dalam pandangan modern, kurikulum lebih dari sekedar
rencana pelajaran. Kurikulum dalam pandangan modern meliputi segala sesuatu
yang secara nyata terjadi dalam proses pendidikan yang merupakan pengalaman
belajar bagi peserta didik. Karena semua kegiatan yang dilakukan peserta didik
memberikan pengalaman belajar, maka apa yang disebut kurikulum itu tidak
terbatas pada mata pelajaran. Kenyataannya, pengalaman dalam arti luas itu yang
banyak pengaruhnya terhadap perkembangan peserta didik. Sejalan dengan
pandangan ini, addamardasy sarban dan munir kamil yang dikutip oleh syaibani
(1979) menyatakan bahwa kurikulum adalah sejumlah pengalaman, pendidikan,
budaya, sosial, olahraga dan seni yang disediakan oleh sekolah bagi murid
muridnya di dalam dan diluar kelas dengan maksud untuk menolongnya dan
berkembang menyeluruh dalam segala segi dan mengubah tingkah laku mereka sesuai
dengan tujuan tujuan pendidikan.
Selain di tinjau dari lingkup kurikulum tersebut, kita
dapat meninjau dari sudut dirancang dan tidak dirancangnya kurikulum yang
bersangkutan. Jika kurikulum yang di rancang sudah di arahkan sebagai upaya
untuk memengaruhi perilaku siswa, yaitu dalam bentuk kurikulum yang resmi di
kenal dengan kurikuler dan ekstra kurikuler, maka ada jenis kurikulum lain yang
meskipun tidak dirancang tetapi berpengaruh terhadap siswa. Kurikulum yang
tidak dirancang tetapi berpengaruh terhadap siswa ini dikenal dengan istilah
“kurikulum tersembunyi”. Dari istilahnya sendiri sudah menunjukkan isi yang
dikandungnya. Kurikulum tersebut berupa berbagai hal yang tidak dengan sengaja
diperuntukkan bagi siswa untuk dipelajari dan menjadi milik siswa, tetapi
mungkin karna siswa merasa tertarik kemudian meniru, atau karena ada teman
temannya yang juga menyukai maka siswa ikut ikutan, dan dengan demikian,
meskipun tidak dengan sengaja di rancang oleh sekolah telah menjadi bagian dari
hasil belajar siswa. .
Contoh kurikulum tersembunyi positif adalah
kerapian berpakaian para guru dan kepala sekolah, kebiasaan kedatangan
guru yang tepat waktu, meskipun tidak sengaja untuk contoh, dapat di tiru oleh
siswa. Demikian juga mungkin menyangkut juga cara memadukan warna baju, cara
mengenakan sepatu yang selalu mengkilap, dan lain lain perilaku manusia di
sekitarnya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa perilaku yang baik dari kepala
sekolah dan guru juga akan berpengaruh positif pada siswa. Contoh lain adalah
kepala sekolah dan guru menegur orang lain dengan cara yang sopan dan selalu
memerhatikan sorot mata pihak yang di ajak berbicara, dapat menjadi contoh bagi
siswa. Oleh sebab itu, perlu sekali bagi sekolah untuk memerhatikan hal hal
yang kiranya dapat berpengaruh baik kepada siswa, meskipun tidak harus
diajarkan atau dilatihkan dengan sengaja.
Adapun contoh kurikulum tersembunyi negatif adalah cara
berbicara guru yang nyerocos dan sukar di sela, atau tata tutur yang kasar dan
menyakitkan, karena siswa sudah mempunyai pengalaman kurang baik untuk membuat
sakit hati orang lain, maka dengan cepat mereka bisa menirunya. Hal hal yang
berupa fisik, misalnya keadaan kelas yang kotor tidak teratur, membuat siswa makin
lama makin memandang sebagai “hal
biasa”, sehingga mereka tidak merasa risih lagi melihat keadaan jorok dan tidak
teratur. Secara alamiah manusia lebih senang melakukan hal hal yang tidak baik
dibandingkan dengan yang baik karena memang lebih mudah menjalankannya.
Menganggur sambil berpangku tangan di rasakan lebih nikmat di bandingkan dengan
mengatur buku agar terlihat rapi, atau membantu guru menghapus papan tulis,
mengambil ceceran sampah yang berserakan di lantai. Perilaku teman sekolah yang
dirasakan oleh siswa sebagai hal yang enak dan mudah yaitu membuat kepekan untk
di contek ketika ulangan, dapat merembet ke anak lain.
Manajemen kurikulum adalah pengaturan yang di lakukan
untuk keberhasilan kegiatan belajar mengajar istilah sekarang pembelajaran agar
kegiatan tersebut dapat mencapai hasil maksimal. Ruang lingkup manajemen
kurikulum sesuai dengan lingkupnya, meliputi perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi.
Manajemen kurikulum adalah sebagai sistem pengelolaan kurikulum yang
kooperatif, komperhensif, sistematik, sistemik, dalam rangka mewujudkan
ketercapaian tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya, manajemen kurikulum harus
dikembangkan sesuai dengan konteks manajemen berbasis sekolah (MBS) dan
kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Oleh karena itu, otonomi yang di
berikan pada lembaga pendidikan atau sekolah dalam mengelola kurikulum secara
mandiri dengan memprioritaskan kebutuhan dan ketercapaian sasaran dalam visi
dan misi lembaga pendidikan atau sekolah tidak mengabaikan kebijaksanaan
nasional yang telah di tetapkan. (rusman
2009).
Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama
untuk memperlancar pencapaian tujuan pembelajaran dengan dititik beratkan pada
usaha, meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar.
Manajemen kurikulum merupakan suatu sistem kurikulum
yang beriorientasi pada produktivitas dimana kurikulum tersebut berorientasi
pada peserta didik, kurikulum di buat sebagaimana dapat membuat peserta didik
dapat mencapai tujuan hasil belajar.
Di sisi lain, manajemen kurikulum adalah pemberdayaan
dan pendayagunaan manusia, materi, uang, informasi, dan rekayasa untuk dapat
mengantarkan anak didik menjadi kompoten dalam berbagai kehidupan yang
dipelajarinya.
Walhasil,
manajemen kurikulum adalah suatu proses usaha bersama ( kerja sama )
dalam suatu organisasi melalui proses yang sistematis dan terkoordanisasi yang
mengatur dan memperlancar pencapaian tujuan pengajaran di sekolah secara
efektif dan efisien.
Kurikulum di sekolah merupakan penentu utama kegiatan
sekolah. Berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah mulai dari di bukanya
pintu sekolah sampai dengan lonceng pulang. Demikian juga dengan siswa yang
mulai sekolah, mereka melakukan kegiatan belajar berdasarkan kurikulum yang
berlaku dan selalu di sesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Begitu pula kurikulum yang di rumuskan harus sesuai dengan filsafat
dan cita cita bangsa perkembangan siswa, tuntutan dan kemajuan masyarakat .
Pemahaman tentang
konsep dasar manajemen kurikulum merupakan hal yang penting bagi para
kepala sekolah yang kemudian merupakan modal untuk membuat keputusan
implementasi kurikulum yang akan di lakukan oleh guru.
Pembakuan undang undang dan permendiknas menjadi kekuatan hukum bagi penyelenggara
pendidikan untuk menata kurikulum dalam penyelenggara pendidikan di indonesia
sehingga dengan demikian undang undang dan peraturan menteri pendidikan
nasional itu perlu di baca dan dipahami.
Wawasan kepala sekolah dan guru dalam mendidik dan
mengajar siswa akan lebih matang bila kepala sekolah dan guru memiliki berbagai
pengetahuan yang mendalam. Memiliki pengetahuan tentang fungsi pendidikan
secara mendalam dan memahaminya dengan baik akan memberikan nuansa yang berbeda
dengan tanpa pengetahuan tersebut.
Dalam era globalisasi tentunya kita perlu memerhatikan
perubahan perubahan sistem pembelajaran dalam hal ini kurikulum, sebab
kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai
pedoman dalam pelaksanaan pendidikan.
Kurikulum
mencerminkan falsafah hidup bangsa ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan
itu kelak akan di tentukan oleh kurikulum yang di gunakan oleh bangsa tersebut
sekarang. Nilai social dan tuntunan masyarakat selalu mengalami perubahan
antara lain akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di Indonesia
telah terjadi beberapa kali perubahan yang mendasar tentang kurikulum sejalan
dengan perkembangan zaman tentunya kita selalu
memikirkan bagaimana arah pendidikan yang sebaiknya,
pemerintah telah beberapa kali membuat perubahan kurikulum mulai zaman orde
lama, orde baru sampai sekarang zaman reformasi.
Dalam era globalisasi tentunya kita perlu memerhatikan
perubahan perubahan sistem pembelajaran dalam hal ini kurikulum, sebab
kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai
pedoman dalam pelaksanaan pendidikan.
Kurikulum
mencerminkan falsafah hidup bangsa ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan
itu kelak akan di tentukan oleh kurikulum yang di gunakan oleh bangsa tersebut
sekarang. Nilai social dan tuntunan masyarakat selalu mengalami perubahan
antara lain akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di Indonesia
telah terjadi beberapa kali perubahan yang mendasar tentang kurikulum sejalan
dengan perkembangan zaman tentunya kita selalu
memikirkan bagaimana arah pendidikan yang sebaiknya,
pemerintah telah beberapa kali membuat perubahan kurikulum mulai zaman orde
lama, orde baru sampai sekarang zaman reformasi.
salah satu tujuan keluaran (output) pendidikan adalah
agar sisiwa menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika, ips, ipa, dan
bahasa agar dapat berfikir dan berkelakuan sesuai dengan tuntutan masyarakat.
Tujuan ini menyiratkan bahwa sekolah sebagai suatu lembaga formal
mentransmisikan dan mentransfer konsep konsep dasar ilmu dan pengetahuan dasar
kepada sisiwa.
Penguasaan konsep dasar yang baik memudahkan siswa mengaplikasikan
ilmunya kepada situasi dan kondisi yang lebih berkembang. Menurut jeromke s.
bruner, konsep konsep dasar ilmu pengetahuan merupakan ide ide pokok yang ada
pada setiap disiplin ilmu. Setiap disiplin ilmu mempunyai struktur pengetahuan
tertentu yang menyajikan ide ide pokok tersebut. Untuk menunjang penguasaan ide
ide pokok itu, maka dalam struktur kurikulum harus di perhatikan setiap
komponen pendukungnya, agar tujuan pendidikan yang telah digariskan bersama
dapat mencapai sasaran yang tepat. Hilda taba (1962) mengatakan bahwa kurikulum
itu tersusun dari seperangkat komponen yang saling berkaitan dan bertimbal
balik, yaitu tujuan pendidikan, isi, serta evaluasi pembelajaran.
Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan
alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam hal ini, alat untuk menempa
manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Implementasi KBK berimplikasi terhadap serangkaian
tuntutan
Yang harus dipenuhi oleh seorang guru dalam menjalankam
tugas keprofesionalannya. Dengan asumsi bahwa gurulah yang paling tau mengenai
tangkat perkembangan peserta, perbedaan perorangan siswa, daya serap, suasana
dalam kegiatan pembelajaran, serta sarana dan sumber yang tersedia maka guru
berwenang untuk menjabarkan dan mengembangkan kurikulum dalam silabus. Guru
perlu memahami prinsip-prinsip mengajar yang mengacu pada peningktan kemampuan
internal siswa.peningkatan kemampuan ini misalnya dilakukan dengan menerapkan
berbagai srategi pembelajaran yang
memungkinkan siswa mampu mencapai kompetensi secara penuh, utuh dan
konteks tual. Sebagai fasilitator guru berperan untuk memudahkan siswa dalam
melaksanakan proses pembelajaran, terutama dalam kaitannya dengan penggunaan
media dan sumber belajar sebagai manajer bembelajaran guru berperan dalam
menciptakan suasana/iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara
nyaman, melalui pengelolaan kelas yang baik.
Setiap guru yang mengajar disekolah kategori
mandiri/sekolah standar nasional perlu terlebih dahulu melaksanakan analisis
materi pelajaran untuk menentukan sifat materi yang esensial dan kurang. Suatu
materi dikatakan memiliki konsep esensial bila memenuhi unsur kriteria
berikut ini:
1.
Konsep
dasar
2.
Konsep
yang menjadi dasar untuk konsep berikut
3.
Konsep
yang berguna untuk aplikasi
4.
Konsep
yang sering muncul pada ujian akhir
Hasil observasi
di (SMKN 1 BERINGIN dan SMK PHARMACA FARMASI MEDAN).
1.
Pelaksanaan manajemen kurikulum di SMK Negeri 1
Beringin dan SMK Parmaca Farmasi
a.
SMK Negeri 1Beringin
Pelaksanaan yang dilakukan menggunakan kurikulum Kurikulum
yang di terapkan di SMK Negeri 1 Beringin untuk kelas XI dan XII sementera masih menerapkan kurikulum
KTSP sedangkan kelas X sudah menerapkan kurikulum 2013.
b.
SMK farmasi pharmaca medan
Pelaksanaan yang dilakukan di sekolah ini masih menggunakan KTSP
(kurikulum tingkat satuan pendidikan)
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
Kurikulum yang
di terapkan di SMK Negeri 1 Beringin untuk kelas XI dan XII sementera masih menerapkan kurikulum
KTSP sedangkan kelas X sudah menerapkan kurikulum 2013. Metodenya untuk
kurikulum 2013 itu lebih di tekankan pada praktis dibanding teoris, maksutnya
siswa lebih dituntut aktif lebih banyak diskusi di dalamnya.
Kendalanya yaitu ketika harus mengisi jurnal untuk
penilaian sikap yang mengurangi jam pelajaran. Kendala selain itu yaitu
pegangan guru yang belum ada kelemahan lain yaitu dikurikulum 2013 sudah
ditentukan ipa atau ips sejak kelas X sehingga seleksi penerimaan siswa baru
kurang baik. Kompetensi isi dan kompetensi dasar sudah ditentukan dari
pemerintah dan sudah ada silabusnya. Sedangkan pihak sekolah hanya membuat RPP.
Saran
Diperlukan sikap tanggap dari seorang guru dalam
menghadapi pergantian kurikulum 2013. Seleksi peneri,aan siswa baru juga di
butuhkan adanya syarat nilai minima sehingga input siswa baru tidak berkualitas
turun. Alokasi waktu dalam kegiatan belajar mengajar juga harus ditangani
secara bijak sehingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan
dengan baik, juga diperlukan peningkatan kualitas teknologi yang diperlukan
dalam menunjang kegiatan belajar mengajar sesuai gagasan kurikum K13 yang
berbasis teknologi. Diperlukan pula sikap sigap dari pemerintah dalam
menyediakan buku reperensi baik untuk siswa maupun guru
Daftar Pustaka
Mustari, M.
(2015). Manajemen Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/30/pentingnyakurhttp://akhmadsutrajat.wordpress.com/kurikulum/
