Rabu, 25 Oktober 2017

critikal book



TUGAS MANDIRI I

Kurikulum dan pembelajaran(Buku wajib)
Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013(buku pembanding)
Dr. toto ruhimat, M.pd./ 2016 (buku wajib)
Prof. Dr.H.E. mulyasa, M.Pd./2013 (buku pembanding)



Disusun Sebagai Salah Satu Tugas Terstruktur Yang Diwajibkan  Dalam Mengikuti Perkuliahan Kurikulum dan Pembelajaran
Oleh,
VANIAR NASININTA        1602050107

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMDIYYAH SUMATERA UTARA
TAHUN 2017


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang, saya panjatkan puji syukur atas kehadirat nya. Yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta kesehatan kepada saya.  Dan tak lupa sholawat dan salam kepada bimbingan kita nabi besar Muhammad SAW yang beliau telah membawa kita dari zaman kebodohan ke zaman ilmu pengetahuan.
      Critical book adalah salah satu tugas terstruktur yang di wajibkan dalam mengikuti perkuliahan kurikulum dan pembelajaran yang mengharuskan mahasiswa untuk mengulas, meringkas, dan mengevaluasi dua buku secara kritis. Sehingga kita dapat memahami isi dari dua buku tersebut lebih dalam lagi.
      Tulisan ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan tugas ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan tulisan ini.   Tujuan saya menulis tugas ini yang paling utama untuk memenuhi tugas indivdu dari dosen pembimbing bapak Muhammad arifin, S.Pd, M.Pd dalam mata kuliah “kurikulum dan pembelajaran”.
      Terlepas dari itu semua, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan, oleh karena itu dengan senang hati saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca demi kesempurnaan tugas ini. Semoga critical book ini memberikan manfaat bagi para pembaca dan bagi penulis itu sendiri.














DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
a.manfaat critical book review......................................................................... 1
b.tujuan penulisan critical book....................................................................... 1
c.identitas buku yang di review........................................................................ 2
BAB II RINGKASAN ISI BUKU
(Buku wajib)
BAB I pengertian, dimensi, fungsi, dan peranan kurikulum............................ 4
BAB II landasan pengembangan kurikulum.................................................... 5
BAB III komponen-komponen pengembangan kurikulum.............................. 6
BAB IV prinsip-prinsip pengembangan kurikulum......................................... 6
BAB V model pengembangan dan organisasi kurikulum................................ 7
BAB VI evaluasi kurikulum............................................................................. 8
BAB VII konsep dasar pembelajaran .............................................................. 8
BAB VIII komponen-komponen pembelajaran................................................ 9
BAB IX prinsip-prinsip pembelajaran.............................................................. 9
BAB X pendekatan, strategi, dan model pembelajaran.................................... 10
BAB XI inovasi kurikulum dan pembelajaran................................................. 11
(BUKU PEMBANDING)
BAB I pendahuluan ......................................................................................... 11
BAB II di balik kurikulum 2013...................................................................... 12
BAB III kunci sukses kurikulum 2013............................................................. 13
BAB IV pengembangan kurikulum 2013......................................................... 14
BAB V implementasi kurikulum 2013............................................................ 15
BAB VI penataan kurikulum dalam implementasi kurikulum 2013............... 16
BAB VII inovasi kurikulum 2013.................................................................... 17
BAB VIII optimalisasi implementasi kurikulum 2013.................................... 18
BAB III PEMBAHASAN
A.pembahasan isi buku ................................................................................... 20
B.kelebihan dan kekurangan buku................................................................... 22
BAB IV PENUTUP
A.kesimpulan.................................................................................................... 23
B.rekomendasi untuk buku............................................................................... 24


                                                BAB I PENDAHULUAN

MANFAAT CRITICAL BOOK REVIEW
Manfaat dari critical book review ini adalah :
1.    Untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur yang di wajibkan dalam mengikuti perkuliahan kurikulum dan pembelajaran.
2.    Untuk dapat lebih memahami mata kuliah tentang kurikulum dan pembelajaran
3.    Membantu mahasiswa berpikir secara kritis dan menalar dalam menganalisa dua buku.

Tujuan penulisan critical book review :
1.    Mengulas isi dua buku.
2.    Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku.
3.    Melatih diri untuk berpikir secara kritis dalam mencari informasi yang di berikan oleh setiap bab dari buku wajib dan buku pembanding
4.    Membandingkan dua buku agar mahasiswa dapat memahami tentang kurikulum yang sebenarnya


















Identitas buku yang di review (buku wajib dan buku pembanding)

Buku wajib

JUDUL :
Kurikulum dan pembelajaran
EDISI:
Ke – 3, cetakan ke-6
PENGARANG:
Dr. toto ruhimat, M.pd dan tim pengembang MKDP kurikulum dan pembelajaran

PENERBIT:
Rajawali pers
KOTA TERBIT:
Kota depok
TAHUN TERBIT:
2017
ISBN:
978-979-769-382-4






Buku pembanding
JUDUL :
Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013
EDISI:

PENGARANG:
Prof. Dr. H.E. Mulyasa, M.pd.
PENERBIT:
PT remaja rosdakarya
KOTA TERBIT:
Bandung
TAHUN TERBIT:
2013
ISBN:
978-979-692-447-9



BAB II RINGKASAN ISI BUKU
BUKU WAJIB

A.BAB 1 pengertian, dimensi , fungsi, dan peranan kurikulum
1.Pengertian dan Dimensi Kurikulum
            Kurikulum dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran (subject) yang harus di tempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.
Pengertian kurikulum senantiasa berkembang terus sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan.
            R. Ibrahim (2005)  mengelompokkan kurikulum menjadi 3 dimensi, yaitu kurikulum sebagai substansi, kurikulum sebagai sistem, kurikulum sebagai bidang study. Dimensi pertama memandang kurikulum sebagai rencana kegiatan belajar bagi siswa di sekolah atau sebagai perangkat tujuan yang ingin di capai.
            Dimensi kedua memandang kurikulum sebagai bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan dan bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum yang mencakup struktur personalia dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, dan menyempurnakannya.
            Dimensi ketiga, memandang kurikulum sebagai bidang study, yaitu bidang study kurikulum. Hal ini merupakan kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran.
2.Fungsi Kurikulum
            Pada dasarnya kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bagi kepala sekolah dan pengawas kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi atau pengawasan. Bagi orang tua, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya belajar di rumah.
            Bagi masyarakat, kurikulum berfungsi sebagai pedoman untuk memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah. Sedangkan bagi siswa, kurikulum sebagai suatu pedoman belajar.






B.BAB 2 Landasan Pengembangan Kurikulum
            Landasan pengembangan kurikulum memiliki peranan yang sangat penting, sehingga apabila kurikulum di ibaratkan sebagai sebuah bangunan gedung yang tidak memiliki fondasi atau landasan yang kuat, maka ketika di terpa angin atau terjadi goncangan, bangunan gedung tersebut akan mudah roboh.
            Kurikulum sebagai suatu sistem terdiri atas 4 komponen, yaitu : komponen tujuan, isi/materi, proses pembelajaran, dan komponen evaluasi. Setiap komponen bisa menjalankan fungsinya secara tepat dan bersinergi, jika di topang oleh sejumlah landasan, yaitu landasan filosofi sebagai landasan utama, masyarakat dan kebudayaan, individu (peserta didik), dan teori teori belajar.
            Landasan pokok dalam pengembangan kurikulum adalah landasan filosofis, landasan psikologis, landasan sosiologis, dan landasan ilmu pengetahuan (iptek).
1.Landasan Filosofis Pengembangan Kurikulum
a. Pengertian Filsafat
            Secara etimologi filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau love of wisdom. Secara operasional filsafat mengandung dua pengertian, yakni sebagai proses (berfilsafat) dan sebagai hasil berfilsafat (sistem teori atau pemikiran).
Syaripuddin 2007, mengemukakan bahwa filsafat adalah cara berfikir secara radikal, menyeluruh, dan mendalam atau cara berfikir yang mengupas sesuatu sedalam – dalam nya.
b. Manfaat Filsafat Pendidikan
            Filsafat pendidikan oada dasarnya adalah penerapan dari pemikiran-pemikiran filsafat untuk memecahkan permasalahan pendidikan. Dengan demikian, filsafat memiliki manfaat  dan memberikan kontribusi yang besar terutama dalam memberikan kajian sistematis berkenaan dengan kepentingan pendidikan.
c. Kurikulum dan Filsafat Pendidikan
            Kurikulum pada hakikatnya adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan.  Karena tujuan pendidikan sangat di pengaruhi oleh filsafat atau pandangan hidup suatu bangsa, maka kurikulum yang di kembangkan juga harus mencerminkan falsafah. Oleh karena itu, terdapat hubungan yang sangat erat antara kurikulum pendidikan di suatu Negara dengan filsafat Negara yang di anutnya.
            Perumusan tujuan pendidikan, penyusunan program pendidikan, pemilihan dan penggunaan pendekatan atau strategi pendidikan, peranan yang harus di lakukan pendidik/peserta didik senantiasa harus sesuai dengan falsafah hidup bangsa Indonesia, yaitu pancasila.

C.BAB 3Komponen –Komponen Pengembangan Kurikulum
            Sistem kurikulum terbentuk oleh empat komponen, yaitu : komponen tujuan, isi kurikulum, metode atau strategi pencapaian tujuan, dan komponen evaluasi. Sebagai suatu sistem, setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain.
1.      Komponen Tujuan
            Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang di harapkan. Dalam skala makro, rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang di anut masyarakat.  Dalam skala mikro, tujuan kurikulum berhubungan dengan misi dan visi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit, seperti tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan proses pembelajaran.
            Tujuan pendidikan nasional adalah tujuan yang bersifat paling umum, tujuan pendidikan umum biasanya di rumuskan dalam bentuk perilaku yang ideal sesuai dengan pandangan hidup. Tujuan pendidikan nasional merupakan sumber dan pedoman dalam usaha penyelenggara pendidikan. Tujuan pendidikan nasional yang bersumber dari sistem nilai pancasila di rumuskan dalam undang undang no.20 tahun 2003, pasal 3, bahwa pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta bertanggung jawab.
            Tujuan institusional adalah tujuan yang harus di capai oleh setiap lembaga pendidikan. Tujuan ini di definisikan sebagai kualifikasi yang harus di miliki oleh setiap siswa setelah mereka menempuh atau dapat menyelesaikan program di suatu lembaga pendidikan tertentu.

D.BAB 4Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
            Prinsip adalah suatu hal yang sifatnya sangat penting dan mendasar, terlahir dari dan menjadi suatu kepercayaan. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukkan pada pengertian tentang berbagai hal yang harus di jadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang terkait dengan pengembangan kurikulum, terutama dalam fase perencanaan kurikulum.
            Setidaknya ada 4 sumber prinsip pengembangan kurikulum, yaitu : data empiris, data eksperimen, cerita yang hidup di masyarakat, dan akal sehat.  Data empiris dan data ekperimen merupakan data yang di anggap paling terpercaya di banding legenda dan pertimbangan akal sehat. Sesuai dengan prinsip prinsip pengembangan kurikulum bisa di klasifikasikan menjadi tiga tipe prinsip, yaitu : anggapan kebenaran utuh atau menyeluruh, anggapan kebenaran parsial dan anggapan kebenaran yang masih memerlukan pembuktian.
            Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum bisa di bedakan dalam dua kategori, yaitu prinip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum biasanya di gunakan hamper dalam setiap pengembangan kurikulum di mana pun.
Prinsip khusu artinya prinsip yang hanya berlaku di tempat tertentu dan situasi tertentu. Prinsip khusus ini juga merujuk pada prinsip prinsip yang di gunakan untuk mengembangkan komponen tujuan, isi kurikulum, media dan alat bantu pembelajaran, serta komponen evaluasi.

E.BAB 5 Model Pengembangan dan Organisasi Kurikulum
            Model pengembangan kurikulum, yaitu langkah sistematis dalam proses penyusunan kurikulum. Alternative prosedur dalam rangka mendesain, menerapkan, dan mengevaluasi suatu kurikulum. Model pengembangan kurikulum harus dapat menggambarkan suatu proses sistem perencanaan program pembelajaran yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan dan standar keberhasilan dalam pendidikan, berdasarkan pada perkembangan teori dan praktik kurikulum.
            Organisasi kurikulum merupakan pola susunan sajian isi kurikulum, yaitu bertujuan untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan pelajaran serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat di capai secara efektif.
            Ada sejumlah prinsip yang harus di perhatikan sehubungan dengan organisasi kurikulum, yaitu : ruang lingkup atau cakupan, urutan bahan, kontinuitas, keseimbangan, dan keterpaduan.




F.BAB 6Evaluasi Kurikulum
            Evaluasi kurikulum di maksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan di tinjau dari berbagai criteria. Indicator kinerja yang di evaluasi adalah efektivitas, relevansi, efisiensi, dan kelaikan program.
Tujuan evaluasi kurikulum adalah untuk keperluan :
a.       Perbaikan program
b.      Pertanggungjawaban kepada berbagai pihak
c.       Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan.
Model evaluasi di golongkan ke dalam lima model, yaitu :
1.    Measurement
            Evaluasi pada dasarnya adalah pengukuran perilaku siswa untuk mengungkapkan perbedaan individual maupun kelompok.
2.    Congrueence
            Evaluasi pada dasarnya merupakan pemeriksaan kesesuaian antara tujuan pendidikan dan hasil belajar yang di capai, untuk melihat sejauh mana perubahan hasil pendidikan yang terjadi.
3.    Illumination
            Pada dasarnya merupakan studi mengenai pelaksaaan program, pengaruh factor lingkungan, kebaikan-kebaikan dan kelemahan program serta pengaruh program terhadap perkembangan hasil belajar.
4.    Educational System Evaluation
            Evaluasi pada dasarnya adalah perbandingan antara performance setiap dimensi program dan criteria, yang akan berakhir dengan suatu deskripsi dan judgment.
5.    CIPP
            Merupakan model evaluasi dengan focus pada content, input, process, serta product.

G.BAB 7 Konsep Dasar Pembelajaran
            Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara komponen-komponen sistem pembelajaran. Konsep dan pemahaman pembelajaran dapat di pahami dengan menganalisa aktivitas komponen pendidik, peserta didik, bahan ajar, media, alat, prosedur, dan proses belajar. Konsep awal dalam memahami pembelajaran ini dapat di pandang dari apa itu “belajar”.
            Perubahan dan munculnya beberapa konsep dan pemahaman tentang belajar merupakan suatu bukti bahwa pembelajaran adalah proses mencari kebenaran, menggunakan kebenaran, dan mengembangkannya untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup manusia, khususnya yang berhubungan dengan upaya mengubah perilaku, sikap, pengetahuan, dan pemaknaan terhadap tugas-tugas selama hidupnya.  Dalam proses pembelajaran terhadap unsur-unsur yang akan menghasilkan hasil belajar.
            Melalui hasil belajar inilah maka pembelajaran bisa berkelanjutan, sehingga segala sesuatu yang di butuhkan manusia akan terpenuhi.

H.BAB 8 Komponen-Komponen Pembelajaran
            Pembelajaran memiliki makna yang lebih luas dari istilah pengajaran.
Sebagai sebuah sistem, pembelajaran memiliki sejumlah komponen, yaitu :
·  Tujuan : suatu target yang ingin di capai oleh kegiatan pembelajaran. Tujuan pembelajaran ini merupakan tujuan antara dalam upaya mencapai tujuan-tujuan lain yang lebih tinggi tingkatannya, yakni tujuan pendidikan dan tujuan pembangunan nasional.
·  Bahan (materi pembelajaran) : pada dasarnya “ isi” dari kurikulum yakni berupa mata pelajaran atau bidang study dengan topic dan rinciannya.
·  Strategi pembelajaran : merupakan salah satu komponen di dalam sistem pembelajaran, yang tidak dapat di pisahkan dari komponen lain.
·  Media pembelajaran : adalah alat dan bahan yang dapat di gunakan untuk kepentingan pembelajaran dalam upaya pembelajaran hasil belajar.
·  Evaluasi pembelajaran : evaluasi pembelajaran bersifat komprehensif yang di dalam nya meliputi penilaian dan pengukuran. Evaluasi pada hakikatnya merupakan suatu proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek.

I.     BAB 9 Prinsip-Prinsip Pembelajaran
            Pembelajaran pada dasarnya adalah interaksi antara siswa dengan lingkungan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran,yaitu perubahan perilaku (pengetahuan, sikap, maupun keterampilan).
            Untuk terjadinya proses pembelajaran yang efektif  dan efisien, maka terdapat beberapa ketentuan, kaidah, norma atau disebut dengan prinsip pembelajaran yang harus menjadi perhatian dan menjadi inspirasi dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Prinsip pembelajaran dapat di klasifikasikan ke dalam dua bagian, yaitu :
a.       Prinsip pembelajaran yang bersifat umum yaitu : bahwa belajar menghasilkan perubahan perilaku peserta didik yang relative permanen, peserta didik memiliki potensi, gandrung, dan kemampuan yang merupakan benih kodrat untuk di tumbuh kembangkan
b.      Prinsip pembelajaran yang bersifat khusus antara lain yaitu : prinsip perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung, berpengalaman, tantangan, balikan dan penguatan dan prinsip perbedaan individual.

J.BAB 10 Pendekatan, Strategi dan Model Pembelajaran
            Terdapat berbagai konsepsi tentang pembelajaran, hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan pendekatan yang di gunakan orang dalam memahami makna pembelajaran. Pembelajaran dapat di pahami melalui pendekatan filsafati, pendekatan psikologi dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan filsafati antara lain kita dapat memahami makna pembelajaran, dalam pendekatan psilologi antara lain kita dapat memahami makna pembelajaran melalui aliran behaviorisme, kognitif, dan humanism.
            Strategi pembelajaran adalah pola umum rencana interaksi antara siswa dengan guru dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
            Dalam rangka memahami dan menyelenggarakan pembelajaran, dasar pijakan kita adalah pasal 2 undang-undang republic Indonesia no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan pasal 32 UUD 1945. Bahwa kriteria pemilihan strategi dan model pembelajaran hendaknya di dasarkan kepada kesesuaiannya dengan hal sebagai berikut :
1.tujuan pembelajaran yang ingin di capai
2.peranan guru dan siswa yang di harapkan dalam mencapai tujuan pembelajaran
3.karakteristik mata pelajaran atau bidang studi
4. kondisi lingkungan belajar.

K.BAB 11 Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran
Ada empat ciri inovasi pendidikan, yaitu ;
1.    Memiliki kekhasan khusus, artinya memiliki ciri khas dalam arti ide, program, sistem, termasuk hasil yang di harapkan.
2.    Memliki ciri atau unsure kebaruan. Dalam arti, harus memiliki karakteristik sebagai buah karya dan buah piker .
3.    Dilaksanakan melalui program yang terencana. Dalam arti bahwa suatu inovasi akan di lakukan melalui suatu proses yang tak tergesa – gesa, namun kegiatan di persiapkan secara matang dengan program yang jelas dan di rencanakan terlebih dahulu.
4.    Inovasi yang di gulirkan memliki tujuan, apa yang ingin di capai, termasuk strategi dan arah

BUKU PEMBANDING
A.  BAB I Pendahuluan
            Iklim perpolitikan yang kurang kondusif, bahkan cenderung mengarah pada kebebasan yang kurang terkendali telah menimbulkan berbagai permasalahan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Dalam tatanan nasional, jika dalam bidang pertambangan dan perekonomian, pemerintah terus menerus melakukan perubahan harga bahan bakar minyak, maka dalam bidang pendidikan sepertinya terus menerus mengotak atik kurikulum. Keduanya beralasan untuk melakukan perbaikan, tetapi, pelaksanaannya sering kali tersesat atau salah jalan. Sehingga sulit untuk sampai pada tujuan.
            Mudah-mudahan bukan ini yang terjdi dengan kurikulum 2013, meskipun wacana perubahan di gulirkan ketika pendidikan sedang mengalami berbagai kesemrawutan dan ketimpangan, baik secara kuantitas, kualitas, maupun dalam kaitannya dengan efektivitas dan relevansi pendidikan.
Kehidupan dalam era global menuntut berbagai perubahan pendidikan yang bersifat mendasar.  Perubahan tersebut antara lain :
            Perubahan dari pandangan kehidupan masyarakat local ke masyarakat global,  perubahan dari kohesi social menjadi partisipasi demokratis dan perubahan dari pertumbuhan ekonomi ke perkembangan kemanusiaan.
Pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada setiap satuan pendidikan.
            Dalam implementasi kurikulum 2013, pendidikan karakter dapat di integrasikan dalam sebuah pembelajaran pada setiap bidang sutdi yang terdapat dalam kurikulum. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma-norma atau nial-nilai pada setiap bidang studi perlu di kembangkan, di eksplisitkan, di hubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari.
            Dalam implementasi kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi, pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah semata, tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak, orang tua, pemerintah, dan masyarakat.

B.     BAB 2 Di Balik Kurikulum 2013
            Pendidikan di selenggarakan disetiap satuan pendidikan, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, bahkan yang di lakukan di lembaga-lembaga nonformal dan informal seharusnya dapat menjadi landasan bagi pembentukan pribadi peserta didik, dan masyarakat pada umumnya. Namun demikian pada kenyataan nya mutu pendidikan, khususnya mutu output pendidikan di Negara lain, baik di asia maupun di kawasan ASEAN. Rendahnya mutu pendidikan, memerlukan penanganan secara menyeluruh, karena dalam kehidupan bangsa, pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup Negara dan bangsa, juga merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.
a.    apa yang salah dengan pendidikan kita?
            Tampak jelas bahwa negeri ini telah berubah menjadi Negara dagelan atau republik sandiwara. Yang di pimpin oleh para pejabat Negara yang seperti tanpa beban menjadi terdakwa korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara belum tumbuh budaya mutu, budaya malu dan budaya kerja, baik di kalangan para pemimpin maupun di kalangan masyarakat. Pada umumnya, sehingga sulit untuk mencari tokoh atau figure yang bisa di teladani. Ini merupakan bukti, terjadinya pergeseran niai menuju kehancuran, atau pembentukan nilai nilai baru atas dasar pragmatisme, materialisme, hedonisme, sekularisme, bahkan atheisme.
Menghadapi kondisi masyarakat Indonesia, eloknya pembangunan pendidikan nasional di fokuskan pada hal hal berikut.
Pertama, peningkatan pemerataan dan perluasan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang bersamaan dengan peningkatan mutu.
Kedua, pengembangan wawasan persaingan dan keunggulan
Ketiga, memperkuat keterkaitan pendidikan agar sepadan dengan kebutuhan pembangunan.
Keempat, mendorong terciptanya masyarakat belajar.
Kelima, pendidikan merupakan sarana untuk menyiapkan generasi masa kini dan sekaligus masa depan.

C.  BAB 3 kunci sukses kurikulum 2013
            Kurikulum 2013 menjanjikan lahirnya generasi penerus bangsa yang produktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter. Dengan kreativitas anak-anak bangsa mampu berinovasi secara produktif untuk menjawab tantangan masa depan yang semakin rumit dan kompleks.  Kunci sukses kurikulum 2013 antara lain berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah, kreativitas guru, aktivitas peserta didik, sosialisasi, fasilitas dan sumber belajar, lingkungan yang kondusif akademik, dan partisipasi warga Negara.
A.    Kepemimpinan Kepala Sekolah
            Kunci sukses pertama yang menentukan keberhasilan implementasi K13 adalah kepemimpinan kepala sekolah, terutama dalam mengoordinasi, menggerakkan, dan menyelaraskan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu factor penentu yang dapat menggerakkan sumber daya sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah melalui melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.
B.     Kreativitas Guru
            Kunci sukses kedua yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum 2013 adalah kreativitas guru, karena guru merupakan factor penting yang besar pengaruhnya. Bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalam belajar.
C.     Aktivitas Peserta Didik
            Dalam rangka mendorong dan mengembangkan aktivitas peserta didik, guru harus mampu mendisiplinkan peserta didik, terutama disiplin diri. Guru harus mampu peserta didik mengembangkan pola perilakunya, meningkatkan standar perilakunya.
D.    Sosialisasi Kurikulum 2013
            Sosialisasi dalam implementasi kurikulum sangat penting di lakukan, agar semua pihak yang terlibat dalam implementasinya di lapangan paham dengan perubahan yang harus di lakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing masing.
E. Fasilitas dan Sumber Belajar
            Fasilitas dan sumber belajar yang memadai, agar kurikulum yang sudah di rancang dapat di laksanakan secara optimal.
F.   lingkungan yang kondusif akademik
            Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan tertib, optimism, dan harapan yang tinggi  baik secara fisik maupun non fisik dari seluruh warga sekolah, kesehatan sekolah, serta kegiatan kegiatan yang terpusat pada peserta didik yang dapat membangkitkan nafsu, gairah dan semangat belajar.

D.  BAB 4  pengembangan kurikulum 2013
            Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai komponen yang saling terkait.
a.    Perlunya perubahan dan pengembangan kurikulum 2013
            Dalam suatu sistem pendidikan, kurikulum itu sifatnya dinamis serta harus selalu di lakukan perubahan dan pengembangan agar dapat mengikuti perkembangan dan tantangan zaman. Meskipun demikian, perubahan dan pengembangannya harus di lakukan secara sistematis dan terarah, tidak asal berubah. Perubahan dan pengembangan kurikulum tersebut harus memiliki visi dan arah yang jelas, mau di bawa kemana sistem pendidikan nasional dengan kurikulum tersebut.
b. Landasan Pengembangan Kurikulum 2013
1. landasan filosofis
2. landasan yuridis
3. landasan konseptual
c. Tujuan Pengembangan Kurilukum 2013
            Melalui pengembangan kurikulum 2013 kita akan menghasilkan insane Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.
d.    Kurikulum 2013 berbasis computer
            Pemerintah melakukan penataan kurikulum. Kurikulum 2013 merupakan tindak lanjut dari kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang pernah di uji cobakan pada tahun 2004.  KBK di jadikan acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan sekolah. Pada hakikatnya kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

E. BAB 5 implementasi kurikulum 2013
            Tema kurikulum 2013 adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui penguatan sikap, keterampilan,dan pengetahuan yang terintegritasi.
A. Merancang Pembelajaran Efektif dan Bermakna
1. Pemanasan dan apersepsi
            Pemanasan dan apersepsi perlu di lakukan untuk menjajaki pengetahuan peserta didik, memotivasi peserta didik, dengan menyajikan materi yang menarik, dan mendorong mereka untuk mengetahui berbagai hal baru.
2.    Eksplorasi
            Eksplorasi merupakan tahapan kegiatan pembelajaran untuk mengenalkan bahan dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang telah di miliki peserta didik.
3.    Konsolidasi pembelajaran
            Konsolidasi merupakan kegiatan untuk mengaktifkan peserta didik dalam pembentukan kompetensi dan karakter, serta menghubungkannya dengan kehidupan peserta didik.
B.mengorganisasikan pembelajaran
Implementasi kurikulum 2013 menuntut guru untuk mengorganisasikan pembelajaran secara efektif. Sedikitnya, terdapat 5 hal yang perlu di perhatiakan berkaitan dengan pengorganisasian pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013, yaitu pelaksanaan pembelajaran, pengadaan dan pembinaan tenaga ahli, pendayagunaan lingkungan dan sumber daya masyarakat, serta pengembangan dan penataan kebijaksanaan.
C. memilih dan menentukan pendekatan pembelajaran
            Belajar harus di pandang sebagai aktivitas psikologis yang memerlukan dorongan dari luar. Oleh karena itu, hal hal yang harus di upayakan antara lain :
a.bagaimana harus memotivasi peserta didik dan bagaimana materi belajar harus di kemas sehingga bisa membangkitkan motivasi, gairah, dan nafsu belajar.
b.belajar perlu di kaitkan dengan seluruh kehidupan peserta didik, agar dapat menumbuhkan kesadaran mereka terhadap manfaat dari perolehan belajar.


D.melaksanakan pembelajaran, pembentukan kompetensi, dan karakter
Pembelajaran dalam menyukseskan implementasi kurikulum 2013 merupakan keseluruhan proses belajar, pembentukan kompetensi, dan karakter peserta didik yang di rencanakan. Untuk kepentingan tersebut, kompetensi inti, kompetensi dasar, materi standar, indicator hasil belajar, dan waktu yang di perlukan harus di tetapkan sesuai dengan kepentingan pembelajaran sehingga peserta didik di harapkan memperoleh kesempatan dan pengalaman belajar yang optimal. Dalam hal ini, pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik lagi. Pada umumnya, kegiatan pembelajaran mencakup kegiatan awal atau pembukaan, kegiatan inti atau pembentukan kompetensi dan karakter, serta kegiatan akhir dan penutup.

F. BAB 6 penataan penilaian dalam implementasi kurikulum 2013
            Materi yang dibahas dan di sajikan dalam bab ini lebih di fokuskan pada berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penataan penilaian kurikulum, penilaian proses, penilaian untuk kerja dll dalam implementasi kurikulum 2013.
A.Penataan penilaian
            Salah satu aspek yang di jadikan ajang perubahan dan penataan dalam kaitannya dengan implementasi kurikulum 2013 adalah penataan standar penilaian. Penataan tersebut terutama di sesuaikan dengan penataan yang di lakukan pada standar isi, standar kompetensi lulusan dan standar proses.
B.penilaian kurikulum
            Penilaian kurikulum harus mencapai aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh dan proporsional, sesuai dengan kompetensi inti yang telah di tentukan. Penilaian aspek pengetahuan, dapat di lakukan dengan ujian tulis,lisan,dan daftar isian pertanyaan.
C.penilaian proses pembelajaran
            Penilaian proses di maksudkan untuk menilai kualitas pembelajaran serta internalisasi karakter dan pembentukan kompetensi peserta didik, termasuk bagaimana tujuan tujuan belajar di realisasikan. Dalam hal ini, penilaian proses di lakukan untuk menilai aktivitas, kreativitas, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, terutama keterlibatan mental, emosional, dan sosial dalam pembentukan kompetensi serta karakter peserta didik.


D. penilaian untuk kerja
            Dalam implementasi kurikulum 2013, amat di anjurkan agar guru lebih mengutamakan penilaian untuk kerja. Peserta didik di amati dan di nilai bagaimana mereka dapat bergaul, bagaimana mereka bersosialisasi di masyarakat, dan bagaimana mereka menerapkan pembelajaran di kelas dalam kehidupan sehari-hari.
E. penilaian karakter
            Di maksudkan untuk mendeteksi karakter yang terbentuk dalam diri peseta didik melalui pembelajaran yang telah di ikutinya.pembentukan karakter memang tidak terbentuk dalam waktu yang singkat, tapi indicator pelaku dapat di deteksi secara dini oleh setiap guru.
F. penilaian portofolio
            Portofolia adalah kumpulan tugas-tugas yang di kerjakan peserta didik.  Penilaian portofolio adalah penilaian terhadap seluruh tugas yang di kerjakan peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.

G. BAB 7 inovasi kurikulum 2013
            Kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi lahir sebagai jawaban terhadap berbagai kritikan terhadap kurikulum 2006, serta sesuai dengan pengembangan kebutuhan dan dunia kerja. Dengan demikian, kurikulum 2013 di harapkan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang sedang di hadapi oleh dunia pendidikan, terutama dalam memasuki era globalisasi yang penuh dengan berbagai macam tantangan.
A.keunggulan kurikulum 2013
1. kurikulum 2013 menggunakan pendekatan yang bersifat alamiah, karena berangkat, berfokus, dan bermuara pada hakikat peserta didik untuk mengembangkan berbagai kompetensi sesuai dengan potensi nya masing-masing.
2. kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi boleh jadi mendasari pengembangan kemampuan-kemampuan lain.penguasaan ilmu pengetahuan, dan keahlian tertentu dalam suatu pekerjaan, kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari hari, serta pengembangan aspek-aspek kepribadian dapat di lakukan secara optimal
3. ada bidang-bidang studi atau mata pelajaran tertentu yang dalam pengembangannya lebih tepat menggunakan pendekatan kompetensi, terutama yang berkaitan dengan keterampilan.
B.asumsi kurikulum 2013
Dalam kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi, asumsi merupakan parameter untuk menentukan tujuan dan kompetensi yang akan dispesifikasikan. Konsistensi dan validitas setiap kompetensi harus sesuai dengan asumsi, meskipun tujuannya selalu di uji kembali berdasarkan masukan yang memungkinkan terjadinya perubahan.

H. BAB 8 optimalisasi implementasi kurikulum 2013
a. Mendongkrak prestasi
            Prestasi belajar adalah hasil yang di peroleh seseotang setelah menempuh kegiatan belajar, sedangkan belajar pada hakikatnya merupakan usaha sadar yang di lakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Perubahan-perubahan perilau dikelompokkan dalam kawasan kognitif, afektif dan psikomor. Ciri-ciri perilaku hasil belajar adalah bersifat intensional, positif, dan efektif.
b.    Membangun tim
            Membangun tim bertujuan untuk mendidik seluruh tenaga kependidikan di sekolah pada seluruh tingkatan pekerjaan, dengan teknik kepemimpinan kepala sekolah yang efektif. Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif merupakan komponen penting untuk menyukseskan implementasi kurikulum 2013.
c.    Mengembangkan program akselerasi
            Program akselerasi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melalui masa belajar di sekolah dengan waktu yang relative cepat.
Untuk mengembangkan program akselerasi perlu di lakukan berbagai persiapan, seperti penyempurnaan manajemen dan pengayaan program
d.    Membudayakan kurikulum 2013
            Membudayakan kurikulum dapat di maknai bahwa implementasi kurikulum tersebut masuk dalam budaya sekolah, yang merefleksikan nilai-nilai dominan, norma-norma, dan keyakinan semua warga sekolah, baik peserta didik, guru, kepala sekolah, maupun tenaga kependidikan lainnya.
e.    Mendayakan lingkungan
            Pendayagunaan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Dalam pendekatan lingkungan pembelajaran di susun sekitar hubungan dan faedah nya. Belajar dengan pendekatan lingkungan berarti peserta didik mendapatkan pemahaman dan kompetensi dengan cara mengamati dan melakukan secara langsung apa yang ada yang berlangsung di sekitar, baik rumah maupun sekolah.

































BAB III PEMBAHASAN

PEMBAHASAN ISI BUKU
A1. Pembahasan  mengenai pengertian kurikulum
buku wajib :
            (Hilda taba dalam nasution,1993) segala usaha yang di lakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang di harapkan dalam situasi di dalam ataupun di luar sekolah.
Buku pembanding:
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peranan penting dalam sistem pendidikan
         Berdasarkan dua pendapat di atas : kurikulum adalah segala komponen usaha yang di lakukan untuk memperoleh hasil yang di harapkan dalam sistem pendidikan.

A2. Pembahasan tentang landasan pengembangan kurikulum
Buku wajib
1.landasan filosofis
2.landasan psikologis
3.landasan sosiologis
4.landasan teknologis

Buku pembanding
Landasan kurikulum 2013:
1.landasan filosofis
2.landasan yuridis
3.landasan konseptual

A3.  Pembahasan tentang prinsip pengembangan kurikulum
Buku wajib
Ada empat sumber prinsip pengembangan kurikulum yaitu: data empiris, data eksperimen, cerita/legenda yang hidup di masyarakat dan akal sehat.



Buku pembanding
Pengembangan kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi perlu memerhatikan dan mempertimbangkan prinsip-prinsip berikut:
1.  Pengembangan kurikulum dilakukan mengacu pada standar nasional.
2. Kurikulum dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan.

A3.pembahasan tentang tujuan pendidikan nasional
Buku wajib :
            Mengembangkan potensi peserta didik, menjadikan manusia yang bertaqwa, berilmu, berakhlak mulia, sehat, cakap,kreatif, mandiri, demokratis dan tanggung jawab
Buku pembanding :
            Membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, beretika (beradab dan berwawasan budaya bangsa Indonesia), memiliki nalar (maju, cakap, cerdas, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab), berkemampuan komunikasi sosial dan berbadan sehat sehingga mampu menjadi manusia yang mandiri.

A4. Pembahasan tentang apa itu belajar
Buku wajib
            Arief sadiman (1986), belajar dalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak dia masih bayi hingg liang lahat.
Buku pembanding
            Tyler(1986) dalam mulyasa (2002), belajar adalah interaction between the leaner and the external condition.

A5. Pembahasan tentang menentukan pendekatan pembelajaran
Buku wajib
            Berdasarkan pendekatan sistem, pembelajaran dapat di pandang sebagai suatu keseluruhan terpadu yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berinteraksi secara fungsional dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan. Berdasarkan, pendekatan sistem, pembelajaran di desain melalui suatu model pembelajaran yang dulu di kenal dengan prosedur pengembangan sistem instruksional.

Buku pembanding
            Peran peserta didik lebih dominan dalam pembelajaran, yang meletakkan perhatian dasar terhadap individu secara utuh. Belajar dipandang sebagai proses yang melibatkan diri dalam interaksi antara diri sendiri dengan realita di luar diri individu yang bersangkutan.


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU
KELEBIHAN BUKU :
Buku wajib
1. Kertas yang di gunakan bagus dan cukup tebal
2. Warna cover cukup bagus
3. Menjelaskan secara rinci
4. Up to date sesuai perkembangan teknologi
5. Tulisan dan pembahasan jelas

Buku pembanding
1. Menjelaskan secara detail
2. Bahasa buku mudah di pahami
3. Harga ekonomis
4. Menambah wawasan

KEKURANGAN BUKU
Buku wajib
1. harga tidak ekonomis
2. masih banyak menggunakan kata yang sulit di pahami

Buku pembanding
1.cover dan warna tulisan kurang menarik
2.orang tidak tertarik melihat dari covernya
3.kertas tipis dan rawan sobek
4. terlalu banyak pembahasan yang tidak langsung masuk ke inti
5. edisi nya tidak ada

BAB IV PENUTUP
KESIMPULAN
            Kurikulum adalah bagian penting dalam pendidikan dimana kualitas suatu Negara ditentukan oleh kualitas pendidikan. Dalam hal ini, pendidikan adalah suatu media penting untuk mengatur dan mengembangkan potensi siswa di dalam sekolah untuk lebih aktif dan minat peserta didik di dalam perkembangan kurikulum.sehingga peserta didik mampu menjadi warga Negara yang produktif yang ikut berpartisipasi dalam perkembangan dan kemajuan negaranya,  khususnya dalam dunia pendidikan. Karena, generasi muda adalah aset bangsa yang tak ternilai.
            Namun, di dalam nya juga butuh kerjasama dalam penerapan pola kurikulum yang juga tak terlepas dari manajemen pendidikan itu sendiri untuk memperoleh hasil optimal.

REKOMENDASI UNTUK BUKU
            Buku wajibsecara pribadi, saya mengharapkan buku ini isinya lebih di padatkan dan jelas.Dan saya rekomendasikan agar lebih memilih warna yang lebih mencolok karena para pembaca lebih suka dengan warna warna yang menarik.Dan saya mengharapkan juga untuk lebih memperbanyak gambar gambar struktur di dalam buku agar mudah di pahami.
Buku pembanding
            Menurut saya, cover dan tulisan buku kurang menarik, saya rekomendasikan agar lebih di tingkatkan lagi. Dan saya rekomendasikan agar setiap pembahasan per bab ada rangkumannya agar pembaca bisa langsung membaca inti dari pembahasan tersebut. Dan satu lagi agar di buat edisi buku nya.








DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa,E. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tim Pengembangan MKDP. 2016. Kurikulum & Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada